Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Meramu Obat Herbal Pencegah Keguguran Kandungan

Banyak ibu atau calon ibu mengalami keguguran karena  infeksi TORCH (Toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex virus). Jika hal itu yang Anda atau kerabat Anda alami, gunakan ramuan herbal yang terbukti bisa mengatasi infeksi TORCH yang menjadi penyebab kegagalan kehamilan. Sekadar catatan, artikel ini saya ambil dari trubus-online.co.id 

Infeksi TORCH menyebabkan keguguran dan kelainan bawaan pada bayi seperti kebutaan, pembesaran kepala, tuli, bentuk anggota tubuh tidak sempurna dan cacat bawaan lainnya. Saat hamil perempuan sebaiknya memeriksakan diri untuk mengetahui keberaan TORCH. Sebab, penyakit itu datang tanpa keluhan.

Ibu hamil yang terserang virus rubella mungkin merasakan gejala seperti campak, demam, flu, dan timbul bercak pada tubuh. Bila terserang herpes timbul bulatan-bulatan kecil yang berkumpul menjadi satu layaknya herpes pada umumnya, tapi terdapat di daerah organ reproduksi. Pada toxoplasma dan cytomegalovirus kerap tidak merasakan adanya keluhan.

Pemeriksaan TORCH untuk mengetahui nilai Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Bila nilai IgG positif, sedangkan IgM negatif maka infeksi telah lama terjadi. Bila IgG negatif dan IgM positif maka infeksi baru saja terjadi. Namun, bila keduanya positif maka infeksi sedang dalam tahap penyebaran, tetapi belum terlalu lama. Dokter biasanya memanfaatkan antara lain isoprinocin, repomicine, valtrex, spiromicine, spiradan, acyclovir, dan azithromizsin untuk mengatasi TORCH.

Obat Herbal Pencegah TORCH

Untuk mengatasi TORCH. Kita dapat meracik obat herbal itu antara lain rimpang temumangga dan temuputih untuk menjaga sistem hormon, daun sambiloto untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sirih untuk menangkal bakteri. tambahkan pulosari, buah mengkudu, dan ciplukan pada ramuan itu dan meraciknya dalam serbuk berdosis 50 – 70 gram. Jumlah herbal cukup banyak untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus, menekan pertumbuhan virus, serta mengoptimalkan kerja setiap organ tubuh. Ramuan herbal diracik untuk meningkatkan antibodi dan menjadi benteng pertahanan tubuh dari serangan virus. Pengobatan herbal itu bersifat menyeluruh tidak terpaku pada satu penyakit saja. Oleh sebab itu herbal pendamping sangat diperlukan untuk saling menyokong mempercepat penyembuhan.

Tak ada satu jenis obat yang ampuh menyembuhkan suatu penyakit. Semua pasti berpadu dengan jenis obat lain, termasuk herbal. Lalu merebus serbuk herbal seperti diatas itu dalam 2 gelas air hingga mendidih, mendiamkannya sejenak agar serbuk mengendap, menyaring, dan meminumnya dua kali sehari. Ia meminum racikan herbal itu selama 3 bulan berturut-turut.

Herbal mampu meningkatkan daya tahan tubuh pasien, memperbaiki sel dan merangsang antibodi. Bila daya tahan tubuh baik maka antibodi yang terbentuk dalam tubuh mampu bekerja dengan baik pula untuk menangkal setiap gangguan yang datang pada tubuh termasuk virus.

Sumber                  :  trubus-online.co.id

http://penelusuraninformasi.blogspot.com/2012/05/meramu-obat-herbal-pencegah-keguguran.html

Rabu, 23 Juni 2010

14 Cara Membuat Jamu Dan Herbal

Hidup dijaman modern seperti sekarang ini justru ada kecenderungan masyarakat menggunakan obat Jamu dan Herbal untuk pengobatan. Kembali ke alam (back to nature) merupakan pilihan alternatif yang diminati banyak masyarakat sekarang ini, terutama dalam bidang pengobatan dan makanan sehari-hari.

Penggunaan tumbuhan-tumbuhan berkhasiat obat atau lebih dikenal dengan Jamu atau herbal sebetulnya sudah lama dikenal oleh masyarakat kita. Walaupun sekarang sudah banyak Jamu diproduksi dan dikemas secara modern. Namun tradisi minum Jamu atau Herbal secara tradisional masih banyak ditemukan dimasyarakat Indonesia , terutama di desa-desa.

Sudah banyak terbukti keampuhan dan khasiat Jamu dan herbal. Disamping lebih ekonomis, herbal juga mempunyai efek samping yang sangat kecil. Walaupun demikian, masih banyak masyarakat kita yang meragukan khasiat herbal. Memang diakui bahwa daya penyembuhan jamu dan herbal tidak sedahsyat obat kimia. Pengobatan dengan jamu dan herbal membutuhkan waktu lama.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa jamu dan herbal tidak bekerja dengan efektif. Penyajian yang salah, waktu minum yang tidak tepat, dosis yang tidak tepat, dan ketidak sabaran pemakainya adalah faktor-faktor yang menyebabkan herbal tidak efektif.

Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya “Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit” menyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi herbal sbb:

1. Cuci simplisia tumbuhan obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.

2. Segera gunakan herbal segar yang telah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang disimpan, keringkan lebih dahulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. Bahan kering (simplisia) juga lebih mudah dihaluskan untuk dijadikan serbuk (bubuk). Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin-anginkan, tergantung dari ketebalan atau kandungan airnya.

3. Seduh langsung bahan yang telah dijadikan bubuk (serbuk) dengan air panas atau mendidih.

4. Untuk bahan yang keras dan sukar diekstrak, sebaiknya hancurkan dan rebus terlebih dahulu sekitar 10 menit sebelum memasukkan bahan lain.

5. Gunakan air tawar bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya untuk merebus. Pastikan jumlahnya cukup sehingga seluruh bahan berkhasiat obat terendam sekitar 3 cm.

6. Untuk merebus bahan berkhasiat obat, gunakan wadah yang terbuat dari periuk tanah (keramik), panci enamel, atau panci beling. Jangan menggunakan wadah dari logam, seperti besi, aluminium, dan kuningan. Logam mengandung zat iron trichloride dan potassium ferrycianide. Zat tersebut menimbulkan endapan pada air dalam mengobati penyakit. Selama perebusan, jangan terlalu sering membuka tutup wadah agar kandungan minyak atsirinya tidak mudah hilang.

7. Gunakan api sesuai dengan jenis herbal yang direbus.
Api kecil : Gunakan untuk merebus herbal yang berkhasiat sebagai tonikum, seperti ginseng dan jamur ling zhi agar kandungan aktifnya terserap kedalam air rebusan (rebus sekitar 2 jam).
Api kecil : dengan waktu perebusan yang lama juga digunakan untuk jamu dan herbal yang mengandung toksin, seperti mahkota dewa agar kandungan toksinnya berkurang.
Api besar : Gunakan untuk merebus herbal atau simplisia yang berkhasiat diaforetik (mengeluarkan keringat) dan mengandung banyak minyak atsiri, seperti daun mint, cengkih dan kayu manis. Setelah mendidih, masukkan bahan dan rebus sebentar. Dengan cara ini, kandungan atsirinya tidak banyak hilang karena proses penguapan yang berlebihan.

8. Jika tidak ada ketentuan lain, perebusan dianggap selesai saat air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula, misalnya 800 cc menjadi 400 cc. Jika bahan yang direbus kebanyakan berupa bahan keras, seperti biji atau batang maka air rebusan disisakan sepertiganya, misalnya 600 cc menjadi 200 cc.

9. Jika mengandung bahan kering, umumnya dosis (takaran) setengah dari jumlah bahan segar. Misalnya, pemakaian daun sendok segar pemakaiannya 90 gram dan jika kering 15 gram.

10. Pastikan dosis tumbuhan obat sesuai dengan yang dianjurkan. Umumnya, 1 resep tumbuhan obat dibagi untuk 2 kali minum sehari. Sisa ampas rebusan pertama dapat direbus sekali lagi untuk 1 kali minum pada sore atau malam hari.

11. Minum rebusan sari tumbuhan obat dalam keadaan hangat dan setelahnya pakai baju tebal atau selimut. Namun, untuk jenis herbal tertentu, seperti rebusan biji pinang harus diminum dingin untuk menghindari kotraksi dengan lambung yang mengakibatkan mual, muntah, dan kram perut.

12. Umumnya, rebusan herbal diminum sebelum makan agar mudah terserap. Namun, untuk ramuan obat yang dapat merangsang lambung, minum setelah makan. Minum ramuan obat yang berkhasiat sebagai penguat (tonikum) pada waktu pagi hari sewaktu perut kosong. Untuk ramuan yang berkhasiat sebagai penenang, misalnya untuk insomnia, minum menjelang tidur.

13. Lakukan pengobatan secara teratur. Yang perlu diingat, pengobatan herbal membutuhkan kesabaran karena tidak langsung terasa manfaatnya, tetapi bersifat konstruktirf (memperbaiki/membangun). Efek obat kimiawi memang terasa cepat, tetapi bersifat desktruktif. Karena sifatnya itu, herbal tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama penyakit-penyakit infeksi yang bersifat akut (medadak), seperti demam berdarah, muntaber, dan lainnya yang harus segera mendapat pertolongan medis. Tanaman obat lebih diutamakan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang bersifat kronis (menahun).

14. Pengobatan herbal dapat dikombinasikan dengan obat kimiawi, terutama untuk penyakit kronis yang susah disembuhkan, seperti kanker agar diperoleh hasil pengobatan yang lebih efektif. Aturan minum obat herbal sekitar 2 jam setelah pemakaian obat kimiawi.

Minggu, 05 April 2009

Mengatasi Sakit Menstruasi (Dismenore) Secara Alamiah

a saMarch 14, 2008 — Surabaya Herbal Zone

Oleh : Prof . Hembing Wijayakusuma

Menstruasi merupakan peristiwa pendarahan secara periodik dan siklik (bulanan) dari rahim disertai pelepasan selaput lendir rahim (endometrium) melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa. Setiap wanita sehat yang tidak sedang hamil dan belum menopause akan mendapat menstruasi pada setiap bulannya. Dalam keadaan normal lamanya haid berkisar antara 3-7 hari dan rata-rata berulang setiap 28 hari.

Rasa nyeri saat haid merupakan keluhan ginekologi yang paling umum dan banyak dialami oleh wanita. Rasa nyeri saat haid tidak diketahui secara pasti kaitannya dengan penyebabnya, namun beberapa faktor dapat mempengaruhi yaitu ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis. Rasa nyeri tersebut dapat merupakan gangguan primer atau merupakan gangguan sekunder dari berbagai jenis penyakit. Nyeri haid yang disebabkan gangguan primer cukup sering terjadi, biasanya timbul setelah dimulainya menstruasi pertama dan sering kali hilang setelah hamil atau dengan meningkatnya umur wanita. Kemungkinan penyebabnya merupakan hasil dari peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus, jenis sakit haid ini banyak menyerang remaja dan berlangsung sampai dewasa. Nyeri haid yang disebabkan oleh gangguan sekunder biasanya terjadi pada wanita yang lebih tua yang sebelumnya tidak mengalami nyeri. Biasanya rasa sakit tersebut berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisi uterus, penyakit radang panggul, dan tumor dari rongga panggul. Oleh karena itu, untuk mengatasinya harus diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga dapat diambil langkah-langkah medis yang tepat.

Gejala-gejala nyeri haid di antaranya yaitu : rasa sakit datang secara tidak teratur, tajam dan kram di bagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, terus ke kaki, pangkal paha dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Rasa sakit menstruasi juga diikuti dengan premenstruasi sindrom yaitu sekumpulan gejala bervariasi yang muncul antara 7 hingga 14 hari sebelum masa haid dimulai dan biasanya berhenti saat haid mulai. Gejala – gejala tersebut meliputi tingkah laku seperti kegelisahan, defresi, iritabilitas/sensitif, lekas marah, gangguan tidur, kelelahan, lemah, mengidam makanan dan kadang-kadang perubahan suasana hati yang sangat cepat. Selain itu juga keluhan fisik seperti payudara terasa sakit atau membengkak, perut kembung atau sakit, sakit kepala, sakit sendi, sakit punggung, mual, muntah, diare atau sembelit, dan masalah kulit seperti jerawat.

Untuk mengurangi rasa sakit saat menstruasi karena gangguan primer dapat mengunakan obat penghilang rasa sakit (analgetik) seperti aspirin, atau dengan pemberian hormon antiprostaglandin untuk mengurangi kekuatan kontraksi uterus, namun pemberian hormon antiprostaglandin tersebut harus hati-hati terutama pada wanita yang ingin hamil.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurangi sakit pada saat menstruasi :
Tempelkan botol berisi air panas atau bantalan panas/hangat pada daerah perut.
Pijat daerah perut/abdomen secara perlahan-lahan
Coba tidur terlentang dengan kaki/lutut diganjal dengan bantal

Lakukan olahraga ringan seperti senam, jalan kaki, atau bersepeda pada saat sebelum dan selama haid, hal tersebut dapat membuat aliran darah pada otot sekitar rahim menjadi lancar, sehingga rasa nyeri dapat teratasi atau berkurang.
Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi dan mengatasi rasa sakit pada saat menstruasi mempunyei efek analgetik (meredakan rasa sakit), melancarkan sirkulasi darah, dan mencairkan bekuan darah.

Berikut contoh beberapa tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri haid .
DAUN DEWA (Gynura segetum [Lour.] Merr.)
Bagian yang digunakan : seluruh tumbuhan/herba
Efek : melancarkan sirkulasi darah, mencairkan bekuan darah, anti-coagulant
MAWAR (Rosa chinensis Jack.)
Bagian yang digunakan : Bunga
Efek : melancarkan sirkulasi darah, menormalkan siklus haid, antiradang, menghilangkan bengkak.
SIANTAN/SOKA (Ixora stricta Roxb.)
Bagian yang digunakan :bunga
Efek : meredakan rasa sakit (analgetik), mengecilkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi.
DAUN HIA/BARU CINA (Artemisia vulgaris L.)
Bagian yang digunakan : seluruh tumbuhan /herba
Efek : menghilangkan sakit (analgetik), melancarkan peredaran darah, mengatur menstruasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan rasa dingin.
GINJEAN (Leonurus sibiricus L.)
Bagian yang digunakan : seluruh tumbuhan (herba)
Efek : melancarkan sirkulasi darah, menormalkan siklus haid, peluruh haid (emenagog), menghilangkan pembengkakan dan menciutkan rahim.
TEKI (Cyperus rotundus L.)
Bagian yang digunakan : umbi
Efek : menormalkan siklus haid, menghilangkan sakit (analgetik), melancarkan vital energi. Merupakan obat penting untuk penyakit-penyakit pada wanita (gynecological diseases)
TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Bagian yang digunakan : rimpang
Efek : sebagai peluruh haid (emenagog), tonikum, antiradang, hepatoprotektor, dan lain-lain.
Berikut contoh resep tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri menstruasi (dismenore) :
Resep 1.
30 gram temu lawak + 30 gram temu hitam + 20 gram jahe + 20 gram asam jawa + gula aren secukupnya, dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.
Resep 2.
3 kuntum bunga mawar merah + 2 kuntum bunga siantan/soka + 15 gram bunga bugenfil, dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Resep 3.
15-30 gram daun dewa segar + 20 gram kunyit, dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Resep 4.
30 gram daun hia/baru cina segar atau 15 gram yang kering direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.
Resep 5.
20 gram ginjean kering + 10 gram umbi rumput teki kering, dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Catatan :
Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel atau panci kaca.
Sumber: CBN
Posted in HEMBING. Tags: Dismenore, Nyeri Haid
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nb : at least sebetulnya prinsip mengobati rasa sakit tidak melulu tergantung pada satu jenis herba saja...untuk jenis penyakit dari sekitar perut ke bawah seperti haid gunakan herba-herba bersifat panas (cirinya memiliki minyak atsiri, seperti cengkeh, habbatussaudah, minyak sereh dll) tapi harus ingat, gunakan sewajarnya karena dalam kondisi berlebihan juga bisa menyebabkan kekeringan rahim.

semoga bermanfaat ..... :)

Rabu, 17 Desember 2008

Membersihkan kantong empedu

Ada artikel menarik…tentang batu empedu dari Dr Chiu-Nan. Semoga bermanfaat

Indikasi awal kanker dan tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung emepdunya berisi batu, tetapi pada kondisi tertentu akan menjadi penyakit.

Batu empedu tak banyak dirisaukan orang tapi sebenarnya semua perlu tahu karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama, umumnya didahului oleh penyakit-penyakit yang lain. Hasil dari sebuah penelitian mengemukakan bahwa mereka yang terkena kanker biasanya ditemukan banyak batu empedu dalam tubuhnya. Gejala awal dari batu empedu biasanya adalah perasaan penuh diperut, (‘enek, busung) sehabis makan. Perasaan kurang tuntas mencerna makanan ada tambahan rasa nyeri pada ginjal. Cobalah untuk memulai pengobatan dari sesuatu yang lebih alami…pengobatan ini juga baik sekali untuk mereka yang memiliki gangguan lever (hati).

Tips di bawah ini telah berhasil dicobakan bagi banyak orang dan akan mengajak anda untuk mau membersihkan empedu secara rutin dengan biaya yang murah.

  1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat gelas sari buah apel segar atau makanlah empat atau lima buah apel. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa. Pada hari keenam jangan makan malam.
  2.  Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh garam inggris dengan segelas air hangat. 
  3. Lakukan hal yang sama pada jam 8 malam. Magnesium sulfat (garam inggris) berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kantung empedu. 
  4. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak but-but) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduk secukupnya sebelum diminum. Minyaknya akan melumasi batu-batu untuk melancarkan keluarnya batu empedu.

Keesokan hari anda akan menemukan batu-batu berwarana kehijaujan dalam air limbah besar anda. “Batu-batu ini” biasanya mengambang” menrut Dr Chiu-Nan.”Cobalah hitung jumlahnya…banyak sekali”.

Tanpa gejala apapun anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil keluar.Walaupun mungkin tidak semuanya keluar, tetapi baik sekali apabila sekali-kali kita membersihkan kantung empedu kita.

Wallahu a’lam bishowab