Selasa, 02 Februari 2010

Minuman Teh Tak Dianjurkan Bagi Bayi dan Anak Kecil

Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS


Tulisan pertama menyebutkan tradisi minum teh terdapat dalam legenda kekaisaran Cina, Shen Nung, pada tahun 2737 sebelum Masehi. Tetapi sumber yang lebih dapat dipercaya terdapat pada suatu kamus Cina yang dibuat pada tahun 350 masehi. Sejak dulu teh sebagai minuman penyegar telah populer di daratan Asia. Teh baru dikenal bangsa Eropa setelah orang Belanda melakukan perdagangan dengan Asia pada sekitar tahun 1600-an.

Bila kita amati, terdapat perbedaan mendasar dalam tata cara minum teh baik antarbangsa maupun antarsuku. Di Indonesia pada umumnya teh diminum kapan saja; hampir di setiap rumah tangga selalu tersedia satu teko air teh untuk keperluan minum keluarga. Lain halnya dengan negara-negara Barat, di mana teh hanya diminum pada saat tertentu saja yang disebut tea time, yaitu pada waktu sore hari.

Adalah merupakan suatu sopan santun dari tuan rumah di Indonesia untuk menjamu tamunya dengan secangkir air teh kapan saja ia datang. Demikian juga, kelihatannya hanya terjadi di Indonesia di mana bila kita duduk di warung atau rumah makan kecil, langsung disuguhi segelas air teh yang tidak usah dibayar alias gratis. Begitu mendalamnya adat kebiasaan minum teh ini menjadikan makin berkembangnya usaha produksi minuman teh dalam botol karton, karena merupakan minuman favorit bagi tua dan muda, dan konon sanggup mengalahkan pasaran minuman ringan lainnya di dalam negeri

Sampai saat ini tidak ada peraturan di negara mana pun yang membatasi konsumsi air teh. Akan tetapi para peneliti baru-baru ini menganjurkan agar minuman teh tidak diberikan pada bayi dan anak-anak kecil, karena dapat mengganggu pertumbuhan badannya maupun kecerdasannya. Suatu survei terbatas yang baru-baru ini kami lakukan, menunjukkan bahwa minuman teh selain dikonsumsi oleh anak-anak kecil juga diberikan pada bayi sebagai pengganti susu; terutama pada keluarga golongan kurang mampu. Mengingat kenyataan ini, di bawah ini akan dibahas mengenai pengaruh negatif dari minuman teh tersebut bagi bayi dan anak-anak kecil.

Kafein Dan Kecerdasan Anak

Rasa nikmat atau segar sehabis minum teh sesungguhnya disebabkan oleh kafein. Banyak orang menyangka bahwa kafein hanya terdapat pada kopi; padahal teh, cokelat, dan minuman ringan jenis cola, juga mengandung kafein. Analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa merek teh dan kopi yang beredar di Bogor menunjukkan bahwa kadar kafeinnya tidak berbeda, yaitu sekitar 0,6 persen. Kafein mempunyai efek menyegarkan karena zat ini mampu menstimulir kerja sistem syaraf pusat.

Kafein dapat dengan mudah diserap dari usus, lebih dari 99 persen kafein yang dikonsumsi akan diserap oleh darah. Setelah diserap, kafein secara cepat didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, tidak ada zat penghalang bagi kafein dari drah untuk sampai ke otak. Sifat lain kafein adalah zat ini tidak mudah dikeluarkan kembali dari tubuh oleh ginjal bersama urin. Lebih dari 98 persen kafein yang sampai ke tubula ginjal akan diserap kembali oleh darah. Penghilangan kafein hanya terjadi bila zat ini telah mengalami biotransformasi dalam hati menjadi zat lain yang lebih mudah dibuang bersama urin.

Indeks yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan metabolisme dan pengeluaran kafein dari tubuh adalah “waktu paruh”nya dalam plasma darah, yaitu waktu yang diperlukan oleh kadar kafein untuk berkurang sebanyak 50 persen. Pada orang dewasa rata-rata sekitar 5-6jam, sedangkan pada bayi dan anak-anak berkisar antara 2,3 – 14 jam, di mana pada bayi kafein tersebut lebih sulit untuk dimetabolisasi.

Pada dosis rendah efek negatif kafein yang paling menonjol adalah menyebabkan sulit tidur. Pada dosis yang lebih tinggi kafein dapat menimbulkan rasa gelisah, merangsang pernapasan, mempengaruhi kerja jantung, mengakibatkan sering buang air kecil, dan meningkatkan sekresi cairan lambung. Keracunan kafein yang dapat berakibat fatal jarang terjadi, karena hal ini hanya dapat terjadi bila seseorang mengkonsumsi sebanyak 75 cangkir kopi dalam waktu 30 menit.

Sampai saat ini belum ada peraturan yang membatasi jumlah konsumsi kafein. Di Amerika Serikat sendiri yang terkenal dengan peraturan-nya yang ketat, kafein oleh FDA (Food and Drug administration) masih digolongkan sebagai senyawa GRAS (Generally Regognized as Safe), yang berarti aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, hasil-hasil penelitian toksikologi yang mutakhir memberikan kecenderungan untuk menarik status kafein dari GRAS, sehingga akan berarti bahwa jumlah penggunaannya (konsumsi)akan dibatasi.

Masalah yang diutarakan para ahli di Amerika Serikat tentang usul penarikan kafein dari daftar GRAS terutama menyangkut efeknya terhadap anak-anak kecil. Kafein dapat mempengaruhi kerja sistem syaraf pusat, dan ank-anak lebih sensitif terhadap pengaruh tersebut. Para ahli tersebut mensinyalir adanya efek negatif kafein terhadap perkembangan otak anak-anak, sehingga akan mempengaruhi kecerdasannya.

Anemi Gizi

Selain rasa nikmat menyegarkan, dalam air teh juga terdapat rasa sepat. Rasa sepat ini timbul karena adanya zat tanin di dalam air teh yang kemudian bereaksi dengan protein mukosa di dalam mulut. Sama halnya bila kita makan buah salak atau jambu biji, kadang-kadang timbul rasa sepat, karena keduanya juga mengandung tanin.

Yang dipermasalahkan dengan adanya tanin dalam air teh bukan rasa sepatnya, tetapi karena sifat zat ini yang dapat mengikat mineral. Barangkali sering kita lihat adanya lapisan tipis di permukaan air teh, bila air yang dipergunakan banyak mengandung mineral (air sadah). Lapisan tipis tersebut sesungguhnya adalah hasil reaksi antara mineral dengan tanin, membentuk tanat. Pabila tanin tersebut bereaksi dengan mineral-mineral dalam makanan, maka mineral tersebut akhirnya tidak dapat digunakan tubuh dan terbuang bersama feses.

Suatu studi yang dilakukan oleh dr.Yona Amitai dari Children’s Hospital Medical Center di Boston, menemukan bahwa anak bayi di Jerusalem yang meminum air teh sebanyak 250 ml per orang per hari, mempunyai kadar besi yang rendah dalam darahya. Disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena adanya pengikatan besi oleh tanin dari air teh, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Ditegaskan bahwa mineral besi yang dapat diikat oleh tanin tersebut adalah apa yang disebut non heme iron, yaitu yang berasal dari serealia, sayuran atau buah-buahan. Sedangkan yang berasal dari daging adalah heme iron, yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Mengingat bahwa umumnya di Indonesia konsumsi daging masih sangat rendah, terutama pada golongan kurang mampu, maka pengaruh konsumsi air teh pada bayi/anak patut diwaspadai sebagai salah satu penyebab anemi gizi yang masih merupakan salah satu maslah gizi nasional.

Air Putih Bagi Anak-Anak

Pada keluarga golongan kurang mampu, pemberian air teh pada bayinya kelihatannya dilakukan karena terpaksa, sebagai pengganti air susu (bubuk) yang tidak terbeli, sedangkan ASI-nya tidak keluar lagi. Untuk hal ini usaha-usaha peningkatan kesejahteraan keluarga hendaknya perlu lebih digalakkan lagi. Akan tetapi untuk anak-anak kecil, hendaknya kebiasaan minum teh ini perlu dikurangi. Barangkali kebiasaan untuk menyediakan air putih dalam kendi di tiap-tiap keluaraga kurang mampu perlu dihidupkan kembali.

Sumber : Kompas, Minggu 1 November 1987

Rabu, 16 Desember 2009

Keajaiban dalam siwak dari segi Sains dan Research


Pada Hadits riwayat Abu Hurairah, meriwayatkan: Rasul Allah (may peace be upon him) berkata: “adalah bahwa saya ( Nabi Muhammad S.A.W bila tidak menjadi beban atau kewajiban saya saya akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak (tooth-stick) di setiap waktu sholat, dan riwayat lain Menceritakan hadits dari dua imam ,Pada riwayat oleh Abdullah ibn Abbas, bahwa Rasulullah berkata: “menyarankan agar melakukan penyikatan gigi dengan siwak dikarenakan dapat membersihkan mulut dan mendapatkan kenikmatan Allah yaitu pahala “riwayat oleh al – Byhaki dan Al-Bukhari. Dan menurut riwayat Siti Aisyah R.A berkata penyikatan dengan siwak dapat membersihkan gigi dan mulut dan mendapat kenikmatan Allah atau Pahala “diriwayatkan oleh ibn Majah dari abi umamah,

Pendapat Islam terhadap penyikatan gigi dengan siwak :
An-Nawawi berkata ia adalah Sunnah dan tidak wajib dalam kondisi apapun
melalui konsensus dari ulama.

Ibnu al-Kayyim berkata: penyikatan gigi dianjurkan untuk bertindak baik pada saat
puasa dan tidak puasa didalam setiap waktu karena tidak ditetapkan dalam hadis, juga dibutuhkan untuk orang yang berpuasa .

Penyikatan gigi dengan siwak dan pengaruhnya pada kesehatan:
makanan dan minuman yang masuk kedalam mulut, menghubungkan mulut dengan udara luar sehingga banyak resiko kuman masuk dan kuman jenis orogerminal grup seperti staphylococci, streptococci, pneumococcus, lactobacillus, bacilli dan spirochaeta. Kuman ini tidak aktif dalam orang yang sehat, namun dapat menular dan berbahaya jika sisa makanan berada di mulut dan antara gigi sampai terjadi fermentasi kuman yang dimana dapat menyebabkan bau busuk, gigi busuk atau garam pertumbuhan sekitar gigi yang dapat berakibat (dental calculus) atau radang gusi dan penyakit pada gusi.

Selain itu, kuman ini dapat berpindah ke daerah-daerah yang jauh di tubuh membuat berbagai infeksi, seperti radang perut, sinusitis atau tracheitis dan dapat menimbulkan abscess di berbagai tempat di dalam tubuh , apalagi ia dapat mengakibatkan pyotoxinemia penuh dengan darah atau kuman yang dapat menyebabkan panas di tubuh .

Diketahui bahwa yang paling penting untuk menjaga dalam mulut adalah gigi, sehingga mereka mempunyai fungsi penting dan mereka dapat menjadi penyakit yang besar terhadap kesehatan masyarakat.

 Oleh karena itu, gigi dilakukan penyikatan “siwaak” dapat mencegah penyakit ini, air liur yang sebenarnya memiliki kandungan garam kental dan jika mereka di permukaan yang jauh dari alam seperti pembersihan gerakan gerakan lidah atau tidak wajar seperti penyikatan gigi, garam ini akan deposit terutama di daerah yang mungkin menjadi pembentukan plak gigi.

Kemudian kuman bereaksi dengan sisa makanan, sugars terutama yang ada di mulut, pembentukan asam organik yang larut dengan glazur maka resiko dentine. Membusukkan gigi menjadi lebih besar ketika kelupaan membersihkan mulut dan gigi tetap

Dalam Sunnah itu disebutkan bahwa nabi Mohammad menggunakan sikat dari kayu yang terbuat dari “al-araak” dan araak adalah pohon dari keluarga araakic yang selalu hijau. Ia tumbuh di tempat yang panas di dalam Aseer dan Jeezan Arab Saudi, Mesir, Sudan, Goor Al Saad (dekat Yerusalem), Yaman, Afrika Selatan dan India. Buah-buahan tumbuh di pohon ini; enak dan yg dpt dimakan, ketika ia menjadi masak kayu untuk digunakan menyikat gigi tetap diambil dari bagian akar dan semak kecil

Keajaiban Sunnah Nabi Muhammad dalam perintah menyikat gigi dengan “siwaak”:
Artikel yang ditulis dalam sebuah majalah Jerman (No.4, 1961) (4) oleh ilmuwan Rodat, pemimpin dari lembaga penelitian khusus kuman di Universitas Rostok”saya membaca tentang kayu untuk membersihkan gigi di Arab yang digunakan sebagai sikat gigi dalam sebuah buku yang ditulis oleh sebuah perjalanan yang pernah berkunjung ke Negara mereka, berpikir bahwa tindakan ini menunjukkan bahwa ada usaha untuk dimana orang-orang yang membersihkan gigi dengan menggunakan kayu. Pada abad ke 20, maka saya hanya berpikir mungkin ada yang ilmiah rahasia dibalik ini sepotong kayu! Kesempatan datang ketika seorang rekan saya dari Sudan membawa sejumlah tusuk gigi dan saya memulai penelitian saya tentang mereka dengan segera, Jika orang Mulai menggunakan sikat gigi sejak seratus tahun yang lalu, umat Islam telah menggunakan gigi sticks yaitu siwak lebih dari 14 abad.

Dalam penelitian terhadap chemosynthesis jenis kayu araak yang digunakan untuk gigi kita tetap akan memakainya dengan memahami alasan di balik pilihan kenapa Nabi memakai dan menyarankan memakai kayu arak untuk siwak . Konfirmasi kandungan yang diambil dari kayu Al-araak yaitu mengandung turf dimana berisi sejumlah empedu dan merupakan zat antiseptik yang dapat membersihkan diteruskan sampai di ulemorrhagia dan memperkuat lambung , juga Kandungan Sinnigrin, sebuah bahan yang sangat kuat dengan bau khas dari kayu yang membantu menghilangkan kuman Pemeriksaan Mikroskopi yang terdapat pada bagian kayu siwak hasil yang didapatkan yaitu silika kristal dan acidosis kapur yang berguna dalam mendapatkan hilangkan noda gigi dan kalkulus.

Selain itu, Al-Dr.Tariq Korey menyatakan bahwa ada kandungan khlorida dan silika; ini adalah zat yang merupakan ekstra whitening atau zat khusus untuk memutihkan gigi secara alami, juga kandungan subtansi gummatous yang melindungi email gigi dan dapat mencegah dan melindungi gigi terhadap cariosity atau caries . ini menunjukkan bahwa kandungan vitamin C dan amine mencegah kerusakan pada bagian gigi , dan bahan sulfuric mencegah proses membusukkan gigi atau pengeroposan tulang.

July 10, 2009 by dr.Aldjoefrie http://web.kedokteranislam.com

Khitan mencegah Kanker penis dan Kanker Cervix

November 27, 2009 by dr.Aldjoefrie

PENELITIAN INTERNATIONAL YANG DILAPORKAN OLEH MAJALAH JURNAL DI INGGRIS
Sunat pada laki-laki, penis terhindar dari Infeksi Human Papillomavirus, dan Kanker Serviks pada pasangan Wanita
Xavier Castellsagué, MD, F. Xavier Bosch, MD, Nubia Muñoz, MD, Chris JLM Meijer, Ph.D., Keerti V. Shah, Dr.PH, Silvia de Sanjosé, MD, José Eluf-Neto, MD, Corazon A. Ngelangel, MD, Saibua Chichareon, MD, Jennifer S. Smith, Ph.D., , Rolando Herrero, MD, Victor Moreno, MD, Silvia Franceschi, MD, untuk Badan Internasional untuk Penelitian Kanker multicenter Cervical Cancer Study Group 

ABSTRAK

Latar Belakang ini pasti apakah sunat pada laki-laki mengurangi risiko terkena penis infeksi human papillomavirus (HPV) pada manusia dan kanker serviks di pasangan wanita.

Metode Kami dengan mengumpulkan data pada pasangan 1913 orang terdaftar dalam salah satu dari tujuh studi kasus kontrol serviks karsinoma in situ dan kanker leher rahim di lima negara. Status sunat dilaporkan sendiri, dan keakuratan data yang telah dikonfirmasikan oleh pemeriksaan fisik di tiga lokasi penelitian. Kehadiran atau ketiadaan penis dengan infeksi DNA HPV dinilai oleh reaksi polymerase berantai assay pada tahun 1520 laki-laki dan menghasilkan hasil yang valid dalam kasus 1139 laki-laki (74,9 persen).

Hasil penis terinfeksi HPV terdeteksi di 166 dari 847 laki-laki disunat (19,6 persen) dan di 16 dari 292 laki-laki disunat (5,5 persen). Setelah penyesuaian untuk usia saat hubungan seksual pertama, masa jumlah pasangan seksual, dan potensi lainnya pembaur, laki-laki yang disunat kurang mungkin dibandingkan laki-laki tidak disunat memiliki infeksi HPV (rasio odds, 0,37; interval kepercayaan 95 persen, 0,16-0,85). Monogami pasangan pria wanita yang memiliki enam atau lebih pasangan seksual dan disunat memiliki risiko kanker serviks dibandingkan wanita yang mitra disunat (rasio odds yang disesuaikan, 0,42; interval kepercayaan 95 persen, 0,23-0,79). Hasil adalah serupa pada subkelompok laki-laki dalam sunat yang dikonfirmasi oleh pemeriksaan medis.

Kesimpulan sunat pada laki- laki dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi HPV penis dan, dalam kasus pria dengan sejarah beberapa mitra seksual, penurunan risiko kanker serviks pada pasangan perempuan mereka saat ini.

Sejak Hutchinson pada 1855 melaporkan bahwa sunat bisa mencegah sifilis, 1 penelitian menunjukkan bahwa sunat mungkin mengurangi risiko kanker penis, infeksi saluran kemih, dan penyakit menular seksual umum, termasuk human immunodeficiency virus (HIV) infection. Hanya sedikit yang diketahui Namun, mengenai efek sunat pada laki-laki risiko tertular human papillomavirus (HPV). HPV menyebabkan kutil pada kelamin pada pria dan wanita, dan telah dikaitkan dengan kanker serviks, vulva, vagina, dubur, dan penis.10, 11 kanker serviks adalah kanker kedua yang paling umum di kalangan wanita di seluruh dunia, dan hingga 99 persen semua kasus mungkin disebabkan infeksi oleh HPV onkogenik genotypes.12, 13 Oleh karena itu, faktor-faktor yang mengurangi kemungkinan memperoleh atau transmisi HPV di antara laki-laki maupun perempuan dapat mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan infeksi ini.

Selama 15 tahun terakhir Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah melakukan beberapa kasus kontrol besar studi kanker serviks di negara yang berbeda. Kami menggunakan data dari studi-studi ini untuk menilai dampak sunat laki-laki pada risiko infeksi HPV genital pada laki-laki sendiri dan risiko kanker serviks pada pasangan seksual mereka. 



METODE
  • Studi Desain
Subjek studi terdaftar dalam salah satu dari tujuh studi kasus kontrol, lima kanker serviks invasif yang melibatkan melibatkan keduanya yaitu serviks dan karsinoma in situ. Kerja dilapangan untuk studi ini dilakukan dari tahun 1985 hingga 1993. Dua penelitian masing-masing dilakukan di Spanyol dan Kolombia, dan sebuah studi masing-masing dilakukan di Brazil, Thailand, dan Filipina. Rincian dari masing-masing metode penelitian, serta hasil analisis dari beberapa faktor risiko untuk kanker serviks, telah diterbitkan previously. pasien Wanita wanita yang baru didiagnosa, histologis karsinoma serviks dikonfirmasi di situ atau kanker serviks invasif. Kontrol pada perempuan direkrut dari masyarakat umum dalam dua studi tentang kanker serviks invasif di Spanyol dan Kolombia (studi berdasarkan populasi) dan dari rumah sakit yang sama sebagai pasien dalam kasus studi lain (studi berbasis rumah sakit). Dalam semua studi, kontrol perempuan-frekuensi disesuaikan dengan wanita dengan kanker serviks menurut umur. Sejak laki-laki dan perempuan faktor risiko karsinoma in situ yang mirip dengan kanker serviks invasif, perempuan dengan karsinoma in situ dan kontrol juga termasuk di masa kini analysis.

Orang-orang yang memenuhi syarat untuk studi ini adalah suami atau pasangan tetap wanita dengan kanker serviks dan kontrol perempuan yang terdaftar dalam masing-masing studi ini. Seorang laki-laki dianggap sebagai pasangan yang tetap pada seorang wanita mendaftarkan diri jika ia melaporkan telah memiliki hubungan seksual secara teratur dengan wanita setidaknya selama enam bulan, apakah atau tidak mereka menikah atau hidup bersama.

Semua protokol yang disetujui oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dan etika lokal dan penelitian komite. Informed consent telah diperoleh dari semua mata pelajaran studi. Persetujuan lisan diperoleh dari mata pelajaran dalam studi bahasa Spanyol dan Kolombia (yang dimulai pada tahun 1985), konsisten dengan standar pada saat itu. Dalam studi yang tersisa, yang telah dirintis kemudian, ditulis informed consent diperoleh.
  • Kuesioner dan Pemeriksaan Kesehatan
Subyek diwawancarai dengan menggunakan kuesioner standar dikelola secara pribadi oleh pewawancara yang terlatih khusus. Informasi rinci dikumpulkan pada variabel demografi dan sosial ekonomi, sejarah seksual, dan status sunat.

Status sunat yang dinilai oleh seorang dokter dalam kasus 794 dari 815 laki-laki (97,4 persen) yang direkrut dalam studi di Brazil, Thailand, dan Filipina. Setelah pengecualian dari 4 orang yang status sunat pasti dinilai oleh dokter, pemeriksaan kesehatan penis mengukuhkan diri melaporkan status sunat 748 dari 790 mitra laki-laki (94,7 persen). Hanya 1,7 persen laki-laki (5 dari 287) yang melaporkan telah disunat itu dianggap oleh dokter yang akan disunat, dan 7,4 persen laki-laki (37 dari 503) yang tidak melaporkan telah disunat itu dianggap oleh dokter sebagai telah disunat ( kappa, 0,89). Atas dasar ini tingkat keandalan yang tinggi, self-melaporkan status sunat digunakan untuk semua analisis.
  • Deteksi DNA HPV
Dua sampel sel-sel dikelupas diperoleh dari penis: satu dari distal uretra dengan penggunaan yang sangat tipis, basah, kapas-tipped swab dan satu dari permukaan eksternal kelenjar dan mahkota sulkus dengan penggunaan berukuran standar basah, kapas-tipped mengepel. Serviks sel dikelupas dikumpulkan dari para perempuan seperti sebelumnya described. rinci protokol yang digunakan untuk-polymerase reaksi berantai (PCR) assay untuk mendeteksi DNA HPV pada leher dan spesimen penis telah digambarkan previously. Singkatnya, L1 konsensus primer MY09-MY11, sebagaimana telah diubah oleh Hildesheim et al., 25 yang digunakan untuk sampel dikumpulkan dalam studi Kolombia dan Spanyol. The GP5 + / 6 + sistem primer yang umum digunakan untuk sampel yang tersisa dikumpulkan dalam studi. Produk PCR dinilai untuk DNA HPV dengan menggunakan koktail HPV probe khusus dan genotyped oleh hibridisasi dari produk PCR dengan jenis probe khusus selama 33 tipe HPV dalam kasus sampel serviks dan setidaknya 6 HPV tipe ( 6, 11, 16, 18, 31, dan 33) dalam kasus penis samples.26, 27 Sampel yang positif untuk HPV tapi itu tidak berhibridisasi dengan salah satu jenis probe khusus disebut “HPV X.” Amplifikasi fragmen dari gen globin-berfungsi sebagai kontrol kualitas internal untuk setiap spesimen.
  • Analisis Statistik
Kami menggunakan regresi logistik tanpa syarat untuk memperkirakan peluang rasio dan interval keyakinan 95 persen dalam rangka untuk mengukur hubungan antara variabel tertentu dan risiko infeksi HPV penis atau kanker serviks. Semua model regresi logistik-disesuaikan untuk usia pasangan laki-laki (dalam kuartil) dan studi di mana pasangannya itu terdaftar (tujuh kategori). Covariables dalam model untuk infeksi HPV penis pasangan laki-laki mencakup tingkat pendidikan (sekolah dasar atau kurang vs sekolah menengah atau lebih tinggi), usia di mana ia pertama kali melakukan hubungan seksual (16, 17-18, atau 19 tahun), dengan hidup jumlah pasangan seksual (1 sampai 5, 6 hingga 20, atau 21), dan dilaporkan sendiri frekuensi mencuci alat kelamin setelah berhubungan (selalu vs kadang-kadang atau tidak pernah). The Wald tes, disesuaikan covariables yang sama, digunakan untuk menilai hubungan antara setiap variabel dengan status sunat. Penyesuaian lebih lanjut kasus kontrol untuk status atau keberadaan DNA HPV serviks secara substansial tidak mengubah titik perkiraan, dan variabel-variabel ini tidak dimasukkan dalam analisis. Model regresi logistik-untuk kanker serviks juga disesuaikan dengan usia wanita, hidupnya jumlah pasangan seksual, dan usia di mana ia pertama kali melakukan hubungan seksual. Fisher’s exact test digunakan untuk menilai hubungan antara status sunat laki-laki dan risiko infeksi HPV penis, dengan stratifikasi menurut beberapa karakteristik laki-laki.

Kami menilai apakah status sunat asosiasi dengan penis risiko infeksi HPV dan kanker serviks secara signifikan berbeda sesuai dengan negara dimana berbagai kajian yang dilakukan oleh termasuk dalam disesuaikan sepenuhnya model regresi logistik-istilah interaksi menggabungkan negara dan status sunat. Seorang dua sisi nilai P kurang dari 0,05 dianggap untuk menunjukkan signifikansi statistik. 

HASIL
  • Studi Subjects
Dari 3.790 wanita (1896 wanita dengan kanker serviks dan 1894 kontrol) yang terdaftar dalam tujuh studi kasus kontrol, 2800 (1.329 wanita dengan kanker serviks dan kontrol 1471) melaporkan memiliki suami atau pasangan laki-laki stabil pada awal penelitian. Sebanyak 984 dari 1329 mitra perempuan dengan kanker serviks (74,0 persen) dan 937 dari 1471 mitra kontrol perempuan (63,7 persen) diwawancarai. Dari jumlah tersebut, 807 mitra pasien (82,0 persen dari mereka yang diwawancarai) dan mitra 717 kontrol perempuan (76,5 persen) disediakan spesimen sitologi, dimana 610 (75,6 persen) dan 533 (74,3 persen), masing-masing, menghasilkan hasil PCR yang valid. Delapan orang yang tidak diketahui status sunat (empat dengan hasil PCR yang valid dan empat yang tidak memberikan sampel) dikeluarkan dari analisis.

Secara keseluruhan, orang-orang yang dengan status HPV dapat dikonfirmasi dengan PCR mirip dengan status laki-laki yang HPV tidak bisa didirikan sehubungan dengan usia, tingkat pendidikan, status sunat, dan variabel yang berkaitan dengan perilaku seksual. Di Kolombia, berpendidikan tinggi pria lebih mungkin dibandingkan laki-laki berpendidikan rendah memiliki hasil PCR yang valid. Di Thailand, orang-orang bersunat dan orang-orang yang melaporkan telah memiliki sejumlah besar pasangan seksual lebih cenderung memiliki hasil PCR yang valid dari rekan-rekan mereka. Namun, pengecualian orang-orang dari Thailand secara substansial tidak mengubah besarnya asosiasi.

Pasangan wanita yang berpartisipasi dalam penelitian ini tidak berbeda secara signifikan dari pasangan wanita yang tidak ikut serta sehubungan dengan usia, tingkat pendidikan, atau variabel yang berkaitan dengan perilaku seksual. Demikian juga, wanita yang pasangannya diuji untuk infeksi HPV yang serupa dengan pasangan mereka yang tidak diuji.
  • Karakteristik Subjects
Keseluruhan prevalensi sunat yang dilaporkan sendiri adalah 19,3 persen (370 dari 1.913 pria): 1,5 persen di Kolombia, 6,1 persen di Brazil, 10.0 persen di Thailand, 11,5 persen di Spanyol, dan 91,0 persen di Filipina. Dibandingkan dengan laki-laki tidak disunat, disunat laki-laki memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang kurang cenderung untuk melaporkan sering mencuci alat kelamin setelah berhubungan seks, dan lebih cenderung memiliki kebersihan genital yang baik, sebagaimana dinilai oleh seorang dokter
  • Sunat dan penis Infeksi HPV
DNA HPV terdeteksi pada 182 dari 1.139 spesimen penis (16,0 persen). HPV yang paling umum adalah genotipe 16 (24,7 persen dari semua sampel positif), 18 (4,9 persen), 6 atau 11 (3,3 persen), 53 (3,3 persen), 31 (2,7 persen), dan 33 (2,2 persen). Jenis tidak dapat diidentifikasi dalam kasus 51,1 persen dari sampel positif. HPV tipe 35, 39, 45, 51, 52, 54, dan 59 masing-masing menyumbang kurang dari 1,5 persen dari sampel positif.

HPV terdeteksi pada 19,6 persen dari pria tak bersunat (166 dari 847) dan 5,5 persen laki-laki disunat (16 dari 292). Dibandingkan dengan laki-laki tidak disunat, disunat laki-laki memiliki prevalensi lebih rendah infeksi HPV di semua subgrup didefinisikan menurut dasar-line karakteristik

Keseluruhan rasio odds untuk penis infeksi HPV yang terkait dengan sunat yang dilaporkan sendiri adalah 0,37 (interval keyakinan 95 persen, 0,16-0,85), setelah penyesuaian untuk usia, lokasi studi, tingkat pendidikan, usia saat hubungan seksual pertama, masa jumlah pasangan seksual , dan frekuensi mencuci alat kelamin setelah berhubungan seks. Rasio odds yang disesuaikan berhubungan dengan dokter-dinilai sunat adalah 0,44 (interval keyakinan 95 persen, 0,17-1,13). Ada hubungan terbalik antara sunat dan risiko infeksi HPV pada semua studi (P untuk heterogenitas = 0,87), dan temuan ini atau tidak tetap apakah pasangan perempuan telah serviks infeksi HPV atau telah diberi diagnosis kanker serviks (data tidak ditampilkan). Satu-satunya faktor risiko yang signifikan berkaitan dengan risiko infeksi HPV penis adalah jumlah pasangan seksual orang-orang itu telah; dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki lima atau lebih sedikit mitra, mereka yang telah memiliki enam atau lebih pasangan mempunyai rasio odds 2,0 (95 persen confidence interval, 1,3-3,2).

Kemungkinan untuk infeksi HPV rasio antara laki-laki yang disunat, dibandingkan dengan laki-laki tidak disunat, mirip setelah pengecualian orang-orang dari Spanyol dan Kolombia; orang-orang ini tidak mengalami pemeriksaan medis dari penis (rasio odds, 0,56; interval keyakinan 95 persen, 0,20-1,56). Kemungkinan rasio juga tidak berubah secara signifikan dengan pengecualian orang-orang dari Filipina, yang mewakili 65,4 persen dari semua disunat pria dalam studi (rasio odds, 0,32; interval kepercayaan 95 persen, 0,11-0,93).
  • Sunat dan Kanker Serviks
Laki-laki sunat dikaitkan dengan moderat, tetapi tidak bermakna, penurunan risiko kanker serviks di mitra perempuan laki-laki (rasio odds melaporkan diri sunat, 0,72; interval kepercayaan 95 persen, 0,49-1,04; odds rasio untuk dokter yang dikonfirmasi sunat , 0,69; interval kepercayaan 95 persen, 0,43-1,11). Tidak ada bukti heterogenitas sehubungan dengan lokasi penelitian (P = 0,41), dan hubungan terbalik tidak substansial diubah oleh salah satu ciri-ciri perempuan yang kita dinilai (Tabel 3). Hasil adalah serupa setelah pengecualian orang-orang dari Spanyol dan Kolombia (rasio odds, 0,79; interval kepercayaan 95 persen, 0,47-1,33) dan setelah menyingkirkan orang-orang dari Filipina (rasio odds, 0,76; interval kepercayaan 95 persen, 0,51-1,15 ).

Untuk meminimalkan hasil yang membingungkan sebagai akibat dari perempuan telah memiliki pasangan pria lain selain pasangan saat ini, kami membatasi analisis pada 1420 pria pasangan wanita yang melaporkan mengalami hanya memiliki satu pasangan seksual. Kami juga bertingkat-tingkat analisis ini menurut beberapa variabel yang terkait dengan pasangan laki-laki perilaku seksual dalam rangka untuk menguji hipotesis bahwa penurunan risiko kanker leher rahim akan lebih besar di antara pasangan pria wanita yang berada pada risiko tinggi untuk infeksi HPV. Sebagai salah satu ukuran risiko, kita menghitung indeks berdasarkan usia seorang pria ketika pertama kali melakukan hubungan seksual dan jumlah pasangan seksual. Laki-laki yang telah memiliki enam atau lebih pasangan seksual dan yang pertama kali melakukan hubungan seksual sebelum usia 17 tahun dianggap beresiko tinggi; orang-orang yang telah memiliki lima atau lebih sedikit pasangan seksual dan yang setidaknya berusia 17 tahun ketika mereka pertama kali melakukan hubungan seksual dianggap risiko rendah, dan sisanya pria digolongkan sebagai berada pada risiko menengah.

Menginversi hubungan antara sunat dan risiko kanker serviks kuat dan signifikan dalam kasus pasangan wanita yang memiliki indeks risiko tinggi dan yang terlibat dalam praktek-praktek seksual diketahui meningkatkan risiko terpapar HPV, seperti setelah melakukan hubungan seksual sebelum usia 17 tahun, telah memiliki enam atau lebih pasangan seksual, dan memiliki sejarah kontak dengan pelacur (Tabel 4). Tes untuk interaksi antara sunat status dan pasangan laki-laki jumlah pasangan seksual dan antara sunat status dan indeks risiko yang signifikan (P = 0,03 dan P = 0,02, masing-masing). 

DISKUSI

Dalam penelitian kami, laki-laki sunat dikaitkan dengan penis mengurangi risiko infeksi HPV pada pria. Kami juga menemukan hubungan terbalik antara sunat dan risiko kanker serviks signifikan di antara pasangan pria wanita yang terlibat dalam praktek-praktek seksual diketahui meningkatkan risiko infeksi HPV, seperti telah memiliki banyak pasangan seksual.

Penilaian keandalan dan validitas yang dilaporkan sendiri status sunat telah menghasilkan hasil yang tidak konsisten, dan potensi kesalahan klasifikasi status sunat dengan menggunakan metode ini telah menjadi perhatian utama dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Salah satu kekuatan dari studi kami adalah tingkat akurasi tinggi diri melaporkan status sunat. Pemeriksaan medis dari penis, dilakukan di 43 persen laki-laki, mengukuhkan diri melaporkan status sunat di 95 persen dari mereka yang diperiksa. Terbalik asosiasi dengan penis risiko terinfeksi HPV dan kanker leher rahim adalah serupa ketika status sunat diklasifikasikan menurut laporan diri atau pemeriksaan medis. Demikian juga, dengan mengesampingkan mata pelajaran yang tidak menjalani pemeriksaan penis (laki-laki dari Spanyol dan Kolombia) tidak mempengaruhi temuan material.

Sebuah keprihatinan potensial berkaitan dengan penelitian kami adalah kenyataan bahwa 65 persen dari laki-laki disunat dari Filipina. Hasil ini tidak terduga, karena sesi khitanan massal secara teratur dilakukan oleh banyak organisasi di negara itu dan kebanyakan anak laki-laki disunat sebelum pubertas. Kami melakukan analisis sekunder tidak termasuk orang-orang dari studi ini situs dan menemukan bahwa hasil yang hampir tidak berubah.

Beberapa studi telah melaporkan bahwa genital warts adalah lebih umum diantara orang-orang tak bersunat daripada di antara pria disunat tetapi penelitian lain belum mengkonfirmasi associations. ini, bukti menunjukkan Epidemiologi bahwa ketiadaan sunat pada saat kelahiran dan kehadiran phimosis, miskin kebersihan kelamin, genital warts, dan infeksi HPV adalah faktor risiko untuk penis cancer. Data lain menyatakan bahwa risiko kanker serviks berkurang di antara pasangan perempuan laki-laki yang disunat, tetapi studi ini dibatasi oleh jumlah kecil disunat laki-laki atau sensitivitas rendah dari metode yang digunakan untuk mendeteksi HPV DNA.40, 41,42

Sedikit yang diketahui tentang mekanisme yang penghapusan kulup dapat melindungi terhadap infeksi HPV. Data kami menunjukkan bahwa, meskipun sunat meningkatkan kemungkinan menjaga kebersihan penis yang baik, ada cara lain di mana sunat mengurangi risiko infeksi HPV penis.

Batang penis dan permukaan luar kulup ditutupi oleh epitel skuamosa berlapis keratin yang menyediakan rintangan pelindung terhadap infeksi HPV. Sebaliknya, lapisan mukosa kulup tidak keratin dan mungkin lebih rentan terhadap virus.43 Karena selama hubungan seksual kulup ditarik ke belakang, bagian dalam permukaan mukosa prepuce seluruhnya terkena cairan vagina. HPV mungkin akan diberikan akses ke sel basal melalui menit borok atau kecil Penghapusan abrasions.44 epitel kulup dapat memperkecil kemungkinan masuknya virus oleh penurunan tajam baik ukuran luas permukaan rentan terhadap HPV dan kemungkinan trauma mukosa selama hubungan seksual . Kelenjar penis yang disunat mempunyai tebal, cornified epitel, sehingga lebih tahan terhadap goresan dan kurang rentan terhadap masuknya HPV. Satu-satunya mukosa epitel dalam penis disunat di distal uretra, sebuah situs yang diketahui mengandung beberapa HPV komparatif terkait lesions.

Kami menemukan bahwa sunat laki-laki dapat mengurangi risiko kanker serviks dalam pasangan seks wanita sangat masuk akal karena beberapa alasan. Pertama, sunat dikaitkan dengan penurunan signifikan risiko infeksi HPV penis. Kedua, dan seperti yang ditunjukkan dalam analisis lebih lanjut data yang sama, penis infeksi HPV dikaitkan dengan empat kali lipat peningkatan risiko infeksi HPV serviks pada wanita pasangan (data tidak ditampilkan). Ketiga, infeksi HPV serviks dikaitkan dengan 77-kali lipat peningkatan risiko kanker servik.

Sebagai kesimpulan, penelitian kami telah memberikan bukti epidemiologi bahwa sunat laki-laki diasosiasikan dengan penurunan risiko infeksi HPV genital pada laki-laki dan dengan penurunan risiko kanker serviks pada wanita dengan risiko tinggi mitra seksual. Dengan demikian, sunat dapat dianggap sebagai kofaktor penting dalam sejarah alami infeksi HPV, karena hal itu dapat mempengaruhi risiko akuisisi dan transmisi HPV serta kanker serviks. Temuan-temuan ini konsisten dengan penelitian lain bahwa sunat laki-laki diasosiasikan dengan penurunan risiko infeksi HIV, kanker penis dan sejumlah menular seksual umum lainnya diseases. Mengingat efek di seluruh dunia penyakit ini pada kesehatan masyarakat, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah sunat rutin dapat mengurangi risiko infeksi HIV dan HPV dan penyakit menular seksual lainnya.

http://web.kedokteranislam.com/?p=593

Selasa, 24 November 2009

Kandungan Kimia Rokok dan Bahaya nya

Walaupun udah tahu rokok itu bahaya dan banyak zat beracun tetap aja, penikmat rokok sulit sekali untuk melepaskan kebiasaan merokok . Semoga aja info ini bisa mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok pembaca.

Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan. Asap rokok bertanggung jawab terhadap lebih dari 85% kanker paru-paru dan berhubungan dengan kanker mulut, faring, laring, aesofagus, lambung, pankreas, mulut, saluran kencing, ginjal, ureter, kandung kemih dan usus. Asap rokok dihubungkan dengan leukemia. Bagian dari aspek karsinogenik dari asap rokok, berhubungan terhadap peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler (termasuk stroke), kematian tiba-tiba, tahanan jantung, penyakit pembuluh perifer dan aneurisme aorta

ZAT-ZAT BERACUN PADA ROKOK
Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Selain itu, dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan kimia lain yang tak kalah beracunnya.
Zat-zat beracun yang terdapat dalam rokok antara lain adalah sebagai berikut :
1. Karbon monoksida (CO).
Gas CO adalah sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3 – 6%, gas ini dapat di hisap oleh siapa saja. Oleh orang yang merokok atau orang yang terdekat dengan si perokok, atau orang yang berada dalam satu ruangan. Seorang yang merokok hanya akan menghisap 1/3 bagian saja, yaitu arus yang tengah atau mid-stream, sedangkan arus pinggir (side – stream) akan tetap berada diluar. Sesudah itu perokok tidak akan menelan semua asap tetapi ia semburkan lagi keluar.
Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen, sehingga setiap ada asap rokok disamping kadar oksigen udara yang sudah berkurang, ditambah lagi sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen, oleh karena yang diangkut adalah CO dan bukan O2 (oksigen). Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.
2. Nikotin
Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0.5 – 3 ng, dan semuanya diserap, sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 – 50 ng/ml. Nikotin bukan merupakan komponen karsinogenik. Hasil pembusukan panas dari nikotin seperti dibensakridin, dibensokarbasol, dan nitrosamin-lah yang bersifat karsinogenik. Pada paru, nikotin dapat menghambat aktivitas silia. Seperti halnya heroin dan kokain, nikotin juga memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Perokok akan merasakan kenikmatan, kecemasan berkurang, toleransi dan keterikatan fisik. Hal itulah yang menyebabkan mengapa sekali merokok susah untuk berhenti.
Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin meninggi, berakibat timbulnya hipertensi.
Efek lain merangsang berkelompoknya trombosit (sel pembekuan darah), trombosit akan menggumpal dan akhirnya akan menyumbat pembuluh darah yang sudah sempit akibat asap yang mengandung CO yang berasal dari rokok.
3. Tar
Tar adalah sejenis cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar merupakan suatu zat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru.
4. Kadmium
Kadmium adalah zat yang dapat meracuni jaringan tubuh terutama ginjal.
5. Akrolein
Akrolein merupakan zat cair yang tidak berwarna seperti aldehid. Zat ini sedikit banyak mengandung kadar alcohol. Artinya, akrolein ini adalah alcohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
6. Amoniak
Amoniak merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hydrogen. Zat ini tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada ammonia sehingga jika masuk sedikit pun ke dalam peredaran darah akan mengakibatkan seseorang pingsan atau koma.
7. Asam Format
Asam format merupakan sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat membuat lepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan seseorang seperti merasa digigit semut.
8. Hidrogen Sianida/HCN
Hidrogen sianida merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk menghalangi pernapasan dan merusak saluran pernapasan. Sianida adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja sianida dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian.
9. Nitrous Oxid
Nitrous oxide merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terhisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan menyebabkan rasa sakit. Nitrous oxide ini adalah sejenis zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi oleh dokter.
10. Formaldehid
Formaldehid adalah sejenis gas tidak berwarna dengan bau tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat beracun keras terhadap semua organisme hidup.
11. Fenol
Fenol adalah campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organic seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan karena fenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.
12. Asetol
Asetol adalah hasil pemanasan aldehid (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alcohol.
13. Hidrogen sulfida
Hidrogen sulfida adalah sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oksidasi enzim (zat besi yang berisi pigmen).
14. Piridin
Piridin adalah sejenis cairan tidak berwarna dengan bau tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah sifat alcohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
15. Metil Klorida
Metil klorida adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hydrogen dan karbon merupakan unsurnya yang utama. Zat ini adalah senyawa organic yang beracun.
16. Metanol
Metanol adalah sejenis cairan ringan yang mudah menguap dan mudah terbakar. Meminum atau menghisap methanol mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.


Kamis, 15 Oktober 2009

kiat sehat ala rasul

Rasulullah bersabda :
"Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu'min yang lemah ......"(HR Muslim)

Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resepi berikut :

SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
"Mandi pada hari JUmát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR Muslim)

TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul :
"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

sumber : ukhuwah.or.id

Sabtu, 10 Oktober 2009

Anatomi dan Fisiologi dalam Kedokteran Islam

Anatomi merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi makhluk hidup. Anatomi bisa juga kerap disebut sebagai ilmu urai tubuh. Anatomi terdiri dari anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan aliasfitotomi. Tak hanya itu, ada juga beberapa cabang ilmu anatomi lain, yakni anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.

Sedangkan, fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup. Singkatnya, fisiologi adalah pengetahuan tentang fungsi normal makhluk hidup. Fisiologi juga dibagi menjadi fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan tetapi prinsip dari fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari.


Sebelum peradaban Islam hadir, studi anatomi telah dikembangkan para ilmuwan di Yunani. Salah satu ilmuwan terkemuka yang mengembangkan studi anatomi adalah Aelius Galenus atau Claudius Galenus alias Galen (129 SM– 200/217 SM) serta Hippocrates (460 SM – 370 SM). Ketika Islam mencapai kejayaannya, studi anatomi dikembangkan para saintis Muslim.

Para ilmuwan Muslim tak hanya mempelajari buku-buku yang diterjemahkan dari bahasa Yunani, namun juga mengembangkan, mengkritisi serta menemukan sesuatu yang baru dalam studi anatomi. Ilmuwan masyhur bernama Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya Razi atau al-Razi (865 M- 925 M) berhasil mematahkan teori humorism yang dikemukakan oleh Galen.

Al-Razi merupakan dokter pertama yang menolak teori humorism Galen. Ia meragukan teori Galen itu pada abad ke-10 M. Rhazes mengkritik teori Galen yang menyatakan bahwa tubuh memiliki empat jenis "humor" (zat cair), yang menjadi kunci keseimbangan bagi kesehatan dan mengatur suhu tubuh secara.

Sang dokter Muslim mematahkan teori itu lewat sebuah percobaan. Ia memasukkan suatu cairan dengan temperatur berbeda ke dalam tubuh dengan peningkatan atau penurunan panas tubuh, yang mirip dengan suhu cairan tertentu.

Al-Razi mencatat bahwa minuman hangat akan meningkatkan panas tubuh ke derajat lebih tinggi dari suhu alami. Sehingga minuman akan memicu respons dari tubuh, bukan hanya mentransfer sendiri hangat atau dingin itu.

Dokter Muslim legendaris lainnya melakukan percobaan dalam bidang anatomi dan fisiologi adalah Ibnu Sina (980 M - 1037 M). ''Kontribusi ibnu Sina dalam studi fisiologi adalah mengenalkan eksperimen secara sistematis yang dituangkan dalam The Canon of Medicine," papar Katharine Park dalam karyanya berjudul Avicenna in Renaissance Italy: The Canon and Medical Teaching in Italian Universities after 1500 by Nancy G Siraisi.

Hal serupa juga dilakukan Ibnu al-Haitham (965 M - 1040 M). Bashar Saad dalam karyanya bertajuk "Tradition and Perspectives of Arab Herbal Medicine: A Review", Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, menjelaskan, kontribusi al-Haitham dalam bidang anatomi dan fisiologi. Menurut Saad, sang ilmuwan Muslim terkemuka itu banyak melakukan perbaikan tentang proses persepsi penglihatan dalam Kitab Optik-nya, yang diterbitkan pada 1021 M.

"Dokter Muslim melakukan inivasi dan terobosan dalam bidang fisiologi, salah satunya dengan menggunaka hewan untuk percobaan,'' imbuh Saad. Malah, menurut Emile Savage-Smith dalam karyanya bertajuk Attitudes Toward Dissection in Medieval Islam, dokter Muslim di era kejayaan Islam juga menemukan ilmu pembedahan manusia.

Ibnu Zuhr atau Avenzoar (1091 M-1161 M) adalah salah seorang dokter Muslim perintis yang melakukan pembedahan manusia dan bedah mayat postmortem.

Studi anatomi dan fisiologi kemudian dikembangkan oleh dokter Muslim agung bernama Ibnu Nafis (1210 M -1288 M). Ia merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia. Tak heran, jika Ibnu Nafis dikenal sebaga bapak fisiologi sirkulasi.

Prestasi dan pencapaian gemilang yang ditorehkan dalam binag fisiologi di abad ke-13 M itu telah mematahkan klaim Barat yang selama beberapa abad menyatakan bahwa Sir William Harvey dari Kent, Inggris yang hidup di abad ke-16 M, sebagai pencetus teori sirkulasi paru-paru.

Adalah fisikawan berkebangsaan Mesir, Muhyo Al- Deen Altawi yang berhasil menguak kiprah Al-Nafsi lewat risalah berjudul Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna. Menurut Altawi, kontribusi al-Nafis dalam dunia kedokteran tak hanya di bidang fisiologi. Ia juga dikenal sebagai dokter yang menyokong kedokteran ekperimental, postmortem otopsi, serta bedah manusia. Sejarah juga mencatat Al-Nafis sebagai dokter pertama yang menjelaskan konsep metabolisme. Tak heran bila dia lalu mengembangkan aliran kedokteran Nafsian tentang sistem anatomi, fisiologi, psikologi, dan pulsologi.

Aliran Nafsian yang dikembangkannya itu bertujuan untuk menggantikan doktrin- doktrin kedokteran yang dicetuskan pendahulunya yakni Ibnu Sina alias Avicena dan Galen – seorang dokter Yunani. Al-Nafis menilai banyak teori yang dikemukakan kedua dokter termasyhur itu keliru. Antara lain tentang denyut, tulang, otot, panca indera, perut, terusan empedu, dan anatomi tubuh lainnya.

Guna meluruskan teori dan doktrin kedok teran yang dianggapnya keliru itu, al-Nafsi lalu menggambar diagram yang melukiskan bagian-bagian tubuh yang berbeda dalam sistem fisiologi (kefaalan) yang dikembangkannya. Dalam Kitab Sharh al-Adwiya al-Murakkaba, al-Nafis mengomentari Canon of Medicine karya Ibnu Sina.

Dalam bidang fisiologi, al-Nafis mengungkapkan, ''Darah dari kamar kanan jantung harus menuju bagian kiri jantung, namun tak ada bagian apapun yang menjembatani kedua bilik itu. Sekat tipis pada jantung tidak berlubang.'' Al-Nafis pun menambahkan, ‘’Dan bukan seperti apa yang dipikirkan Galen, tak ada pori-pori tersembunyi di dalam jantung. Darah dari bilik kanan harus melewati vena arteriosa (arteri paru-paru) menuju paru-paru, menyebar, berbaur dengan udara, lalu menuju arteria venosa (vena paru-paru) dan menuju bilik kiri jantung dan bentuk ini merupakan spirit vital.’‘

Selain itu, al-Nafis secara tegas mengungkapkan, ‘’Jantung hanya memiliki dua kamar. Dan antara dua bagian itu sungguh tidak saling terbuka. Dan, pembedahan juga membuktikan kebohongan yang mereka ungkapkan. Sekat antara dua bilik jantung lebih tipis dari apapun. Keuntungan yang didapat dengan adanya sekat ini adalah, darah pada bilik kanan dengan mudah menuju paru-paru, bercampur dengan udara di dalam paru-paru, kemudian didorong menuju arteria venosa ke bilik kiri dari dua bilik jantung…”

Mengenai anatomi paruparu, Ibnu al-Nafis menulis, ’‘Paru-paru terdiri dari banyak bagian, pertama adalah bronkus, kedua adalah cabangcabang arteria venosa, dan ketiga adalah cabang-cabang vena arteriosa. Ketiganya terhubung oleh jaringan daging yang berongga.’


Pengakuan Barat terhadap Dokter Muslim

George Sarton, bapak sejarah Sains mengakui bahwa penemuan sirkulasi paru-paru yang dicapai Ibnu al-Nafis sangat penting artinya bagi dunia kedokteran. ‘’Jika kebenaran teori Ibnu al-Nafis terbukti, maka dia harus diakui sebagai salah seorang dokter yang telah memberi pengaruh terhadap William Harvey. Ibnu Al-Nafis adalah seorang ahli fisiologi terhebat di abad pertengahan,’‘ ungkap Sarton tanpa tedeng aling-aling.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan Max Meyrholf, seorang ahli sejarah yang meneliti jejak kedokteran di dunia Arab.
Meyrholf pun berkata, ‘’Kita telah melihat bahwa Ibnu Al-Nafis telah mengungkapkan penampakan saluran antara dua jenis pembuluh paru-paru.’‘ Penemuan yang mengguncang itu, papar dia, ditemukan tiga abad sebelum Realdo Colombo (wafat 1559 M) – dokter Barat — mencetuskannya.

Dalam William Osler Medal Essay, Edward Coppola pun sepakat bahwa Ibnu al-Nafs adalah penemu sirkulasi paru-paru. Dalam esai itu, Coppola berkata, ‘’Teori sirkulasi paru-paru yang telah ditemukan Ibnu al-Nafis pada abad ke-13 M sungguh tak dapat terlupakan.

Berabad-abad speninggalannya, hasil investigasi anatomi yang dilakukannya telah banyak memberi pengaruh terhadap Realdo Colombo dan Valverde.

Malah, Encarta Encyclopedia 2003, secara tegas mematahkan klaim Barat yang selama berabad-abad mengklaim William Harvey se bagai pencetus teori sirkulasi paru-paru. Beri kut ini pernyataan Encarta Encyclope dia:
’‘Ibnu Al- Nafis begitu termasyhur lewat tulisan-tulis annya tentang fisilogi dan kedokteran. Kitab yang di tulisnya, Sharh Tashrih Al-Qanunmam pu men jelaskan sirkulasi paru-paru be berapa abad sebelum dokter Inggris, William Harver menjelaskan sirkulasi darah pada tahun 1628 M.’‘

Sementara itu, Joseph Schacht, mengungkapkan bahwa teori-terori yang diungkapkan Ibnu Al-Nafis begitu berpengaruh terhadap dokter-dokter di Barat. Selain itu, dia juga memuji Al-Nafis yang mampu melontarkan kritik terhadap Ibnu Sina dan Galen. Al-Nafis mampu mendirikan aliran kedokteran Nafsian dengan membuat penambahan bagian-bagian anatomi manusia. ‘’Kemungkinan Colombo telah mendalami teori-teori Ibnu Al-Nafis,’‘ papar Schacht.

Ahli sejarah lainnya, Taj al-Din al-Subki (wafat 1370 M ) dan Ibnu Qadi Shuhba pun mengakui kehebatan Al-Nafsi. Menurut keduanya, tak pernah ada dokter di dunia ini yang seperti Al-Nafis. ‘’Sebagian orang mengatakan tak ada lagi dokter yang hebat setelah Ibnu Sina selain Ibnu Al-Nafis. Namun, sebagian menyatakan bahwa Al-Nafis lebih baik dari Ibnu Sina,’‘ papar keduanya. she/hri/taq (Sumber: Republika.co.id, by Republika Newsroom, 23 Juli 2009).

Minggu, 16 Agustus 2009

Kedokteran Islam Mewarisi Obat Kanker

Al-Baitar adalah seorang ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada era kejayaan Islam. (SuaraMedia News)Kanker merupakan penyakit mematikan yang ditakuti umat manusia. Badan kesehatan dunia, WHO memperkirakan pada 2010, kanker akan menjadi penyakit penyebab kematian nomor wahid di dunia mengalahkan serangan jantung. Menurut prediksi WHO, pada 2030, akan ada 75 juta orang yang terkena kanker di seluruh dunia.

Sejatinya, kanker bukanlah penyakit baru. Di era kejayaan peradaban Islam, para dokter Muslim telah mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit kanker. Tak hanya itu, dokter Muslim, seperti Ibnu Sina dan al-Baitar pun telah menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit yang mematikan itu.

Adalah al-Baitar, seorang ilmuwan Muslim abad ke-12 M yang berhasil menemukan ramuan herbal untuk meng obati kanker bernama Hindiba. Ramuan Hindiba yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker yang juga bisa menyembuhkan tumor dan ganguan-gangguan neoplastic.

Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage, telah membuktikan khasiat dan kebenaran ramuan herbal Hindiba yang ditemukan al-Baitar it
u. Ia dan sejumlah dokter lainnya telah melakukan pengujian secara ilmiah dan bahkan telah mempatenkan Hindiba yang ditemukan al-Baitar.

Menurut Prof Nil Sari, Hindiba telah dikenal para ahli pengobatan (pharmacologis) Muslim, serta herbalis di dunia Islam. Umat Muslim telah menggun
akan ramuan untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia Barat menemukannya, ungkap Prof Nil Sari.

Setelah melakukan pengujian secara ilmiah, Prof Nil Sari menyimpulkan bahwa, Hindiba memiliki kekuatan untuk mengobati berbagai penyakit. Hindiba dapat membersihkan hambatan yang terdapat pada saluran-saluran kecil di dalam tubuh, khususnya dalam sistem pencernaan. Tapi domain yang paling spektakuler adalah kekuatannya yang dapat menyembuhkan tumor ungkapnya.

Untuk melacak khasiat dan ramuan Hindiba, Prof Nil Sari pun melakukan penelitian terhadap literatur pengobatan masa lalu. Ia melacak d
ua masterpiece ilmuwan Muslim, yakni Ibnu Sina lewat Canon of Medicine serta ensiklopedia tanaman yang ditulis al-Baitar.

Ketika kami melihat teks lama secara lebih dekat, kami melihat adanya kebenaran yang sedikit sekali kami ketahui tentang ramuan tanaman (herbal) di masa lalu,ungkapnya. Dalam teks peninggalan kejayaan Islam itu dijelaskan bahwa Hindiba dan berbagai jenis herbal lainnya dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni herbal yang diolah dan herbal yang tak diolah.

Menurut teks peng
obatan kuno, keampuhan pengobatan kanker dengan menggunakan Hindiba didasarkan atas pertimbangan teoritis pengobatan, yakni efek obat-obatan medis beroperasi sesuai dengan sifat dari konstituen. Menurut Prof Nil, konstituen yang dihasilkan dari dekomposisi akan memiliki efek yang disebut energi. Potensi kualitas panas dan dingin dalam sifat obat akan keluar sebagai hasil dekomposisi dalam tubuh.

Komponen aktif komponen alami yang panas akan segera bereaksi. Akan tersebar melalui jaringan secara efektif. Konstituen panas bereaksi sebelum konstituen dingin dan membersihkan hambatan dalam saluransaluran kecil pada bagian tubuh dan memperlancar penyebaran konstituen dingin. Kemudian, unsur dingin itu datang dan mulai berfungsi menjalankan fungsinya.

Dalam risalah kedokteran berbahasa Arab, peninggalan era keemasan Islam, disebutkan bahwa semua jenis pembengkakan seperti kutil atau benjolan telah menyebabkan gangguan pada saluran. Sedangkan kanker digambarkan sebagai massa yang keras. Diidentifikasi sebagai pembengkakan yang keras, kanker berkembang dari kecil kemudian menjadi besar ditambah dengan rasa sakit.

Mengutip catatan Ibnu
Sina dalam Canon of Medicine, Prof Nil Sari mengungkapkan, tumor atau kanker, bila di biarkan akan semakin bertambah ukur annya. Sehingga kanker itu akan menyebar dan merusak. Akarnya dapat menyusup di antara elemen jaringan tubuh. Prof Nil Sari menemukan gambaran serupa tentang kanker dalam manuskrip pengobatan di era Usmani.

Menurut Ibnu Sina, tumor digolongkan menjadi dua, yakni tumor panas dan dingin. Tumor yang berwarna dan terasa hangat saat disentuh bias
anya disebut tumor panas, sementara tumor yang tidak berwarna dan terasa hangat disebut tumor dingin. Ibnu Sina menyebut kanker sebagai bentuk tumor yang berada di antara tumor dingin.

Khasiat Hindiba diteliti Prof Prof Nil Sari dengan menyajikan data yang mendalam mengenai latar belakang teori percobaan invivo dan invitro dengan sari herbal dari Turki. Ia memulai dari filsafat Turki Usmani, yang berakar dari pengobatan Islam. Dalam karyanya ini, disebutkan bahwa obat Cichorium intybus L dan Crocus sativus L diidentifikasi sebagai alternatif tanaman yang identik satu sama lain yang merupakan komponen aktif untuk pengobatan kanker.

Prof Nil Sari dan rekannya Dr Hanzade Dogan mencampurkan C intybus L dan kunyit (saffron) dari Safranbolu, seperti yang dijelaskan teks pengobatan lama. Yang lebih menarik adalah hasil penelitian laboratorium kami yang menunjuk kan bahwa dari ekstrak C intybus L yang ditemukan menjadi paling aktif pada kanker usus besar, ujar Prof Nil Sari.

Menurut dia, Hindiba terbukti sangat efektif mengobati kanker. Sayangnya, kata dia, pada zaman dahulu, Hindiba lebih banyak disarankan sebagai obat untuk perawatan tumor. Hal itu terungkap dalam kitab Ibnu al-Baitar. Menurut al-Baitar, jika ramua
n Hindiba dipanaskan, dan busanya diambil dan disaring kemudian diminum akan bermanfaat untuk menyembuhkan tumor.

Pakar pengobatan di era Kesultanan Turki Usmani, Mehmed Mumin, mengung kapkan bahwa Hindiba bisa meng obati tumor dalam organ internal. Namun, lebih sering dianjurkan untuk perawatan tumor pada tenggorokan. Jika kayu ma nis di campurkan pada jus Hindiba (khu sus yang diolah dengan baik) dapat digunakan un tuk obat kumurkumur serta ber manfaat pula untuk perawatan tumor, sakit dan radang tenggorokan.

Al-Baitar: Sang Penemu Hindiba


Ramuan Hindibia yang ditemukan al-Baitar itu mengandung zat antikanker yang juga bisa menyembuhkan tumor dan gangguan neoplastic.

Abu Muhammad Abdallah Ib
n Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi, itulah nama lengkap ilmuwan Muslim legendaris yang biasa dipanggil al-Baitar. Ia adalah seorang ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada era kejayaan Islam. Terlahir pada akhir abad ke-12 M di kota Malaga (Spanyol), Ibnu Al-Baitar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut.

Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sud
ah tertanah semenjak kecil. Beranjak dewasa, dia pun belajar banyak mengenai ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Dari sinilah, al-Baitar pun lantas banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

Tahun 1219 dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baitar menyusuri sepanjang pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tidak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun lokasi utama yang pernah disinggahi antara lain Bugia, Qastantunia (Konstantinopel), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia. Setelah tahun 1224 al-Baitar bekerja untuk al-Kamil, gubernur Mesir, dan di percaya menjadi kepala ahli tanaman obat.

Tahun 1227, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baitar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk banyak mengumpulkan tumbuhan. Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, Al-Baitar berkesempatan mengadakan penelitian tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Saudi Arabia dan Palestina, di mana dia sanggup mengumpul kan tanaman dari sejumlah lokasi di sana. Sumbangsih utama Al-Baitar adalah Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada.

Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad ke-16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta dipublikasikan tahun 1758. Karya fenomenal kedua Al-Baitar adalah Kitab al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufradayakni ensiklopedia obat-obatan.

Obat bius masuk dalam daftar obat terapetik. Ditambah pula dengan 20 bab tentang beragam khasiat tanaman yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada masalah pembedahan yang dibahas dalam kitab ini, Al-Baitar banyak dikutip sebagai ahli bedah Muslim ternama, Abul Qasim Zahrawi. Selain bahasa Arab, Baitar pun kerap memberikan nama Latin dan Yunani kepada tumbuhan, serta memberikan transfer pengetahuan.

Kontribusi Al-Baitar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta peng klasifikasian selama bertahun-tahun. Dan karyanya tersebut di kemudian hari amat mempengaruhi perkembang an ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain K itab Al-Jamibaru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahas an dalam kitab ini dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.(rpb) www.SuaraMedia.com