Senin, 08 September 2014

HOAX : Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke

Isi HOAX


( Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga )
Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.

Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun.

Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DADURAT yang dapat berhasil 100%.

Sebagaimana diketahui , orang yang mendapat serangan STROKE , seluruh darah di tubuh akan mengalir Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja , maka pembuluh darahpada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir denganderas dan akan segera pecah sedikit demi sedikit.

Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tetap tenang.
Si penderita harus tetap berada di tempat semula dimana ia terjatuh ( Mis : di kamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja )
JANGAN DIPINDAHKAN !!!!

Sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah di otak.

Penderita harus di bantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi , dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.

Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK , namun apabila tidak ada , maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai ~ dengan terlebih dahulu di-steril-kan dulu dengan cara di bakar diatas api ~

Setelah jarum steril, segera lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN.
Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup di tusuk 1 KALI SAJA dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.

Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara di PENCET apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari.

Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit , si penderita akan segera sadar kembali.

Bila mulut si penderita tampak Mencong / Tidak normal , maka KEDUA DAUN TELINGA si penderita HARUS DITARIK – TARIK sampai berwarna kemerah-merahan.

Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga.

Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita akan kembali normal.

Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti , maka segera bawa si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Sebagai salah satu cara beramal bakti , sebaiknya e-mail ini di-sebarluas- kan kepada teman-teman , keluarga dan relasi-relasi serta masyarkat luas , sebab serangan stroke ini dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja.

PS: Demi nyawa, worth to try kan ......

Status: SALAH
Setelah membaca email ini saya jadi teringat dengan cerita dari Mama saya mengenai ayah teman beliau yang terkena struk. Jadi ceritanya, teman ini ingin menolong ayahnya dengan cara menusuk jari. Sewaktu mensterilkan jarum ia kurang hati-hati sehingga apinya jatuh ke tempat tidur dan tidak bisa dipadamkan lagi. Akhirnya ayahnya meninggal bukan gara-gara struk tapi karena terbakar. Sungguh ironis ternyata cara yang disebutkan pada email di atas sama sekali tidak dapat menolong korban struk. Namun sepertinya hoax ini termasuk dalam kategori myth / urban legend yang sudah beredar lama di masyarakat.
Email balasan dari seorang dokter ahli berikut ini dapat membuktikan bahwa email di atas adalah hoax.

Jawaban dari Dokter Benutomo Rumondor, SpB di RS Kanker Dharmais
Stroke disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Darah yang keluar
akan menekan jaringan otak di sekitarnya sehingga jaringan tersebut
terganggu fungsinya. Pecahnya pembuluh darah ini juga menyebabkan bagian
otak yang seharusnya disupply oleh pembuluh darah tersebut menderita
kekurangan darah (yang disebut ischemia). Kedua hal tersebut akan
menyebabkan terganggunya fungsi jaringan otak tersebut yang terlihat dari
adanya kelumpuhan dan penurunan kesadaran. kelumpuhan ini berupa wajah yang
mencong, dan atau kaki serta tangan yang tak dapat digerakkan (pasien
mendadak terjatuh dan lumpuh), dan penurunan kesadaran terlihat dari
pingsan dan mengoroknya penderita.
Kalau yang pecah pembuluh darah yang cukup besar, maka tindakan apapun yang
dilakukan oleh orang yang bukan dokter tidak akan dapat menghentikan
perdarahan tersebut. Bila penderita dibawa ke rumah sakit, kemungkinan
dokter spesialis bedah saraf dapat melakukan operasi untuk mengeluarkan
darah yang menumpuk di otak, karena ada beberapa keadaan yang menyebabkan
operasi tidak dapat dilakukan.
Bila perdarahannya sedikit atau pembuluh darah yang pecah kecil, atau
lokasi perdarahannya didaerah yang tidak dapat dioperasi, maka yang dapat
dilalukan adalah menunggu perdarahannya berhenti sendiri. Bila
perdarahannya tidak berhenti sendiri, dan tetap tidak dapat dilakukan
operasi, maka penderita dapat meninggal.
Pengeluaran darah dari bagian tubuh lain TIDAK AKAN menolong penderita.
Jadi tulisan yang pak Eko lampirkan tidak ada dasarnya dan tidak akan
berpengaruh terhadap perjalanan penyakit seperti yang disebutkan diatas.
Penusukan jari dan daun telinga dengan alat yang tidak steril dapat
menyebabkan infeksi dan mungkin tetanus, apalagi penderita stroke umumnya
juga menderita kencing manis (yang berarti bahwa mereka mudah terinfeksi).
Prosedur-prosedur medis yang ada saat ini TIDAK dapat MENJAMIN bahwa pasien
akan 100% tertolong, sehingga kalau ada yang mengklaim dapat menolong 100%
(seperti pada tulisan tersebut), dapat dipastikan bahwa jaminan tersebut
palsu.
Akan tetapi orang awam masih dapat menolong penderita supaya tidak segera
meninggal di tempat. Caranya adalah dengan menjaga agar penderita dapat
bernafas dengan baik dan tidak tersedak.
Letakkan penderita pada posisi terlentang, dan segera miringkan pada salah
satu sisinya. Kaki yang berada di bawah diluruskan dan kaki yang berada di
atas ditekuk pada sendi panggul dan sendi lutut (untuk mengganjal agar
penderita tidak tertelungkup). Lengan yang berada di bawah digunakan
sebagai "bantal" untuk kepala dan lengan yang berada diatas letakkan di
depan dada penderita. Kepala berada dibuat agak sedikit mendongak (ekstensi).
Selanjutnya lihat mulut penderita. Bila ada gigi palsu atau makanan, segera
keluarkan dengan jari kita. Jangan memberikan makanan atau minuman kepada
pasien, karena ini dapat menyebabkan pasien tersedak. Setelah penderita
berada dalam posisi yang baik, lepaskan ikat pinggang dan bagian baju lain
yang ketat. Setelah itu, JANGAN lakukan hal lain pada penderita. Pada
posisi diatas (posisi penderita dengan kesadaran menurun), maka pernapasan
dapat dijamin, dan bila pasien muntah akan segera dikeluarkan melalui
mulut. Bila pasien muntah dalam posisi tidur terlentang atau duduk, maka
muntahannya kan segera masuk ke paru-paru yang mengakibatkan pasien segera
meninggal.
Selanjutnya, carilah ambulans untuk membawa penderita ke rumah sakit. Bila
tidak ada ambulans, dapat digunakan kendaraan lain dengan syarat kendaraan
tersebut cukup besar sehingga penderita bisa tetap berada di posisi tidur
miring seperti yang dijelaskan diatas. Membawa penderita dalam posisi tidur
terlentang atau duduk/setengah duduk dapat menyebabkan kematian penderita
(lihat diatas).
Semoga berguna untuk menolong sesama kita,
Dr. Benutomo Rumondor, SpB

Hoax ini menyebarkan beberapa kebohongan yang cukup fatal bagi korban struk yaitu:
Penderita harus ditegakkan dalam posisi duduk (salah)
Penderita tidak boleh dipindahtempatkan (kalau tidak pindah tempat gimana mau ke rumah sakit?)

Jadi tindakan paling tepat ketika ada yang terserang struk adalah: mengantarnya ke rumah sakit atau memanggil ambulans.
Referensi:
First Aid in Stroke Rescue

http://hoaxindo.blogspot.com/2008/08/pertolongan-pertama-pada-penderita.html

Lintah di sayur kangkung Ternyata HOAX alias Bohong


Wahh, ternyata emang benar ya, berita tentang Kangkung dan Lintah ini mencuat lagi ke permukaan dan bikin resah banyak orang, termasuk ibu Ane...
Dan pastinya dari Agan-agan juga ada yang mendapat info dan email seperti itu kan ??
Nah, pada kesempatan kali ini, berbekal informasi dari beberapa sumber saya ingin mengajak pembaca semuanya untuk menganalisis dan membongkar ke-hoax-an berita ini,

1. Cerita dalam informasi ini tidak secara spesifik menunjukkan waktu dan tempat perisitiwa ini terjadi.
Penulis hanya mengatakan bahwa tempatnya di Yogya, Malaysia atau di Singapura. Gak konsisten banget...

2. Cerita dalam informasi ini juga tidak secara spesifik menunjuk nama dokter dan nama klinik yang bisa dijadikan rujukan.

3. Allah SWT menciptakan manusia dengan “system pertahanan” yang Subhanalloh sempurna.
Let say, lintah tadi super kuat. Tidak mati sama pemanasan. Tapi tahan gak dia ama asam lambung kita yang super kuat itu? Kalau ingin baca lebih detail tentang asam lambung & HCl, coba browsing tentang Hydrochloric Acid.
Disitu tertulis :“Concentrated hydrochloric acid (fuming hydrochloric acid) forms acidic mists. Both the mist and the solution have a corrosive effect on human tissue, with the potential to damage respiratory organs, eyes, skin, and intestines.”
Maka, dengan "pertahanan" dari asam lambung kita, Insya Allah lintahnya mati.

4. Dokter melakukan X-Ray/rontgen dan bisa melihat dalam usus tadi lintah sudah berkembang biak.
Perlu diketahui, lintah, cacing dan soft masses alias massa lunak lainnya di dalam perut, tidak akan terlihat jelas.

5. Disebutkan "Lintah hanya akan MATI jika DI BAKAR"
Of course itu salah besarrrr... Lintah sangat mudah mati karena tubuhnya yg terdiri dari air. Kalau terkena garam atau zat asam, dijamin 100% lintah pasti mati. Sebelum masuk ke usus, makanan berisi lintah pasti melewati lambung yang memiliki zat keasaman tinggi.
Nah pada fase ini lintah dijamin pasti mati.!!

6. Disebutkan lintah berkembang sangat cepat dalam waktu 1-2 hari.
Nah, ini juga merupakan kebohongan. Lintah memang bisa berkembang biak, tetapi lintah tidak dapat berkembang dalam waktu cepat. Lintah bisa berkembang kalau sudah dewasa, umumnya dalam waktu 6 bulan baru bisa berkembang biak.

7. Kebohongan terakhir, dan ini sangat berbahaya, yaitu Meminum Air Rendaman Tembakau.
Meminum air rendaman tembakau apalagi yang diambil dari rendaman rokok kretek bukan cuman lintahnya yang akan keluar dalam keadaan mati, manusianya juga bakal mati. Astagfirullahh... ini yang membuat informasi bohong ini benar-benar keterlaluan banget deh...

Jadi buat para Agan-agan penggemar kangkung, jangan takut makan kangkung lagi yaa...
Karena selain enak, Kangkung punya banyak manfaat, diantaranya Kaya dengan zat besi, Mencegah penyakit diabetes melitus dan kandungan vitamin C nya dapat mencegah sariawan dan gusi berdarah.
*Sebelum menelan mentah-mentah informasi yang kita terima, ada baiknya kita telusuri dulu sumber-sumbernya dan cari tau tentang kebenaran beritanya.
sumber : kaskus.co.id

http://m.pulsk.com/134390/Lintah-di-sayur-kangkung-Ternyata-HOAX-alias-Bohong.html

MENGANDUNG BABI, ATAU PERNAH MENJADI BABI

Oleh : Ustadz Ahmad Sarwat, Lc

Sebagian dari teman saya banyak yang punya semangat '45 sebagai aktifis anti babi untuk semua produk. Maksudnya, mereka amat gencar mengkampanyekan (baca:mengharamkan) segala sesuatunya, lantaran produk itu menurut mereka dipastikan mengandung babi. Walaupun di dalam keterangan pada kemasan, sama sekali tidak tercantum.

Buat bangsa Indonesia, kampanye anti babi ini amat diterima dan banyak penggemarnya. Sebab babi itu selalu dikaitkan dengan benda najis yang derajatnya sampai ke tingkat mughallazhah.
Maka ketika ada isu babi yang terkandung secara tersembunyi pada suatu produk, kontan serentak mereka langsung mengeluarkan vonis : HARAM.

Dengan cara seperti ini, sebagian teman saya itu merasa sudah beramar-makruf nahi munkar, yaitu mengingatkan orang-orang untuk tidak makan babi.

Namun kalau saya baca literatur fiqih, ada sebuah istilah yang nyaris jarang diungkap, yaitu istihalah. Istihalah adalah berubahnya wujud suatu benda menjadi benda yang lain, sehingga membuat benda yang asalnya najis itu menjadi tidak najis.

Contohnya adalah khamar yang najis itu berubah menjadi tidak najis dan halal diminum, ketika berubah menjadi cuka. Bahkan Rasulullah SAW amat gemar makan dengan lauk cuka.

Contoh lainnya adalah air mani. Jumhur ulama terkecuali Asy-Syafi'iyah mengatakan bahwa air mani itu najis. Tetapi apabila air mani yang najis itu sudah menjadi janin atau bayi manusia, maka hukumnya tidak najis lagi.

Contoh ketiga adalah kulit bangkai yang hukumnya najis sebagaimana dagingnya. Tetapi jika bangkai itu dikuliti, lalu kulitnya disamak (dibagh), maka oleh Rasulullah SAW difatwakan hukumnya sudah tidak najis lagi.

Ayyuma ihabin dubigha faqad thahura (semua kulit bangkai yang telah disamak, maka hukumnya menjadi suci).

Intinya adalah suatu benda yang najis itu apabila mengalami perubahan mendasar menjadi benda yang lain, maka hukum najisnya sudah hilang alilas menjadi suci.

Daging ikan lele sebenarnya terbuat dari benda najis, sebab lele tumbuh subur di kolam yang menampung kotoran hewan bahkan kotoran manusia. Tetapi ketika semua kotoran yang najis itu sudah masuk ke perut lele dan diolah sedemikian rupa, sudah bukan benda najis lagi.

Sepanjang pengetahuan saya, belum ada satu pun ulama yang mengharamkan daging ikan lele. Padahal 100% makan kotoran, namun kotorannya sudah berubah menjadi daging lele.

Bangkai babi yang dipendam di dalam tanah, apabila sudah busuk dan berubah menjadi tanah, lalu di atas tanah itu kita tanami tanaman singkong, maka singkong yang itu tidak najis. Sebab meski dapat 'gizi' dari unsur hara tanah yang subur lantaran ada kuburan babi, namun yang kita makan bukan babi, melainkan singkong.

Kita sepakat bahwa babi itu haram, tetapi tidak mungkin kita mengharamkan singkongnya, hanya lantaran menyerap unsur dari babi. Rasanya tetap rasa singkong dan bukan rasa babi. Bagaimana mungkin singkongnya jadi haram hanya gara-gara punya masa lalu dari unsur babi?
Singkong itu adalah mantan babi dan bukan babi. Maka singkong itu halal dimakan.

http://www.rumahfiqih.com/art.php?id=147&=mengandung-babi-atau-pernah-menjadi-babi.htm

SERTIFIKAT HALAL VAKSIN - GELATIN


 
  



 LABEL HALAL VAKSIN MENINGITIS











SERTIFIKAT HALAL VAKSIN HPV


Benarkah Tahnik Termasuk Imunisasi Islami?

Tahnik, yaitu memberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi, termasuk di antara hal yang disunnahkan dilakukan oleh orang tua ketika mendapati buah hati saat lahir. Sejumlah tulisan telah menyebar dan membahas mengenai imunisasi yang dinisbatkan pada Islam. Tahnik sampai disebut sebagai imunisasi alami. Bahkan ada yang sampai mengatakan bahwa tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau hikmah dari tahnik adalah sebagai imunisasi alami di mana bakteri dari mulut yang mengunyah kurma akan masuk ke perut bayi sehingga mencetus imunitas alamiah.


Ada juga yang mengklaim, tahnik sebagai imunisasi yang islami. Pendapat ini umumnya diusung oleh kelompok anti-vaksin untuk menolak vaksinasi.
Dalam tulisan ini, kami akan membawakan beberapa penjelasan ulama mengenai hikmah tahnik. Dari beberapa  penjelasan ulama disimpulkan bahwa ternyata pernyataan “tahnik adalah imunisasi dalam islam” tidak tepat. Berikut pembahasannya.

Pengertian Tahnik

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan pengertian tahnik,
والتحنيك مضغ الشيء ووضعه في فم الصبي ودلك حنكه به يصنع ذلك بالصبي ليتمرن على الأكل ويقوى عليه وينبغي عند التحنيك أن يفتح فاه حتى ينزل جوفه وأولاه التمر فإن لم يتيسر تمر فرطب وإلا فشيء حلو وعسل النحل أولى من غيره
“Tahnik ialah mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/ memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bayi terlatih dengan makanan, juga untuk menguatkannya. Yang patut dilakukan ketika mentahnik hendaklah mulut (bayi tersebut) dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Yang lebih utama, mentahnik dilakukan dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr), maka dengan kurma basah (ruthab). Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis. Tentunya madu lebih utama dari yang lainnya”.[1]

Hadits-Hadits Mengenai Tahnik

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata,
وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ
“Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma (tamr).[2]
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, dia berkata:
كَانَ ابْنٌ ِلأَبِي طَلْحَةَ يَشْتَكِي، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ فَقُبِضَ الصَّبِيُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ: مَا فَعَلَ الصَّبِيُّ؟ قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: هُوَ أَسْكَنُ مِمَّا كَانَ. فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ الْعَشَاءَ، فَتَعَشَّى ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ: وَارِ الصَّبِيَّ. فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللهِ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ: أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَللّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا. فَوَلَدَتْ غُلاَمًا قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: اِحْمَلْهُ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ النَّبِيَّ فَقَالَ: أَمَعَهُ شَيْءٌ؟ قَالُوا: نَعَمْ تَمَرَاتٌ. فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ فَمَضَغَهَا ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِي الصَّبِيِّ وَحَنَّكَهُ بِهِ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللهِ.
Dahulu anak Abu Thalhah dalam keadaan sakit. Abu Thalhah keluar rumah, saat itu lalu anaknya meninggal dunia. Setelah pulang, Abu Thalhah berkata, ‘Apa yang dilakukan oleh anak itu?’ Ummu Sulaim menjawab, ‘Dia lebih tenang dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam kepadanya. Selanjutnya Abu Thalhah mencampurinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata, ‘Tutupilah anak ini.’ Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu beliau, maka beliau bertanya, “Apakah kalian bercampur tadi malam?’ ‘
Ya,’ jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada keduanya.’
Maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Abu Thalhah berkata kepadaku (Anas bin Malik),   ‘Bawalah anak ini sehingga engkau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah bersamanya ada sesuatu (ketika di bawa kesini?’ Mereka menjawab, ‘Ya. Terdapat beberapa buah kurma.’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kurma itu lantas mengunyahnya, lalu mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut kemudian mentahniknya dan memberinya nama ‘Abdullah.[3]
عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ أُتِىَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِصَبِىٍّ يُحَنِّكُهُ ، فَبَالَ عَلَيْهِ ، فَأَتْبَعَهُ الْمَاءَ
Dari Aisyah -radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Ada bayi laki-laki yang didatangkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mentahniknya. Kemudian bayi itu malah mengincingi Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Lalu beliau memercikkan kencing tersebut dengan air”[4]
Terdapat lafazh dalam Shahih Muslim sebagai berikut,
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ فَأُتِىَ بِصَبِىٍّ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَأَتْبَعَهُ بَوْلَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ
Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di datangkan kepada beliau beberapa bayi kemudian beliau mendo’akan keberkahan atas mereka dan mentahnik mereka. Lalu ada bayi yang dihadirkan kepada beliau, kemudian bayi itu kencing di pangkuan beliau. Lantas beliau meminta air dan memercikkannya ke kencing bayi tersebut dan beliau tidak sampai mencucinya.
Mengenai hukum tahnik sendiri adalah sunnah dan tidak menjadi amalan khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena asalnya amalan yang beliau lakukan adalah untuk umatnya kecuali jika ada dalil yang mengkhususkannya pada beliau (-ed).[5]

Hikmah Tahnik dan Penjelasan Ulama

Di antara hikmah dilakukannya tahnik supaya yang paling pertama masuk di perut bayi adalah sesuatu yang manis, ditambahkan saat itu ada do’a untuk mengharapkan keberkahan.
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhohullah menjelaskan,
وأما الحكمة من التحنيك بالتمر، فقد كان العلماء قديما يرون أن هذه السنة فعلها النبي صلى الله عليه وسلم ليكون أول شيء يدخل جوف الطفل شيء حلو ، ولذا استحبوا أن يحنك بحلو إن لم يوجد التمر
“Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis. Oleh karena itu, dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.”[6]
Ulama yang lebih dahulu dari Syaikh Ibnu Utsaimin juga menyatakan hal yang sama. Al Mawardi rahimahullah berkata,
فعند من يجيز التحنيك فالأفضلُ عنده أن يكون بالتمر، فإن لم يجد فيحنِّكه بشيءٍ يكون حُلْوًا على ما ذهب إليه الشافعية والحنابل
“Menurut ulama yang membolehkan tahnik (bukan perbuatan khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, -pen), maka yang paling utama menurut mereka adalah menggunakan kurma. Jika tidak ada maka dengan sesuatu yang manis. Inilah pendapat ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah.”[7]
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,
كون التحنيك بتمر وهو مستحب ولو حنك بغيره حصل التحنيك ولكن التمر أفضل
“Tahnik dilakukan dengan kurma dan hukumnya adalah sunnah (anjuran). Namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma, maka sudah dianggap pula sebagai tahnik. Akan tetapi, tahnik dengan kurma lebih utama.”[8]
Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah juga menjelaskan,
وأولاه التمر فإن لم يتيسر تمر فرطب وإلا فشيء حلو وعسل النحل أولى من غير
Yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr) maka dengan kurma basah (ruthab) . Dan kalau tidak ada kurma dengan sesuatu yang manis dan tentunya madu lebih utama dari yang lainnya (kecuali kurma)”.[9]
Hikmah mengapa tahnik harus dengan yang manis sebenarnya telah terungkap dalam ilmu kedokteran. Berikut penelitian penelitian dokter spesialis, dr. Muhammad Ali Al Baar. Ringkasan perkataan beliau sebagai berikut:
” إن مستوى السكر ” الجلوكوز” في الدم بالنسبة للمولودين حديثاً يكون منخفضاً ، وكلما كان وزن المولود أقل ، كان مستوى السكر منخفضاً .
وبالتالي فإن المواليد الخداج [وزنهم أقل من 2.5كجم] يكون منخفضاً جداً بحيث يكون في كثير من الأحيان أقل من 20 ملليجرام لكل 100 ملليلتر من الدم . وأما المواليد أكثر من 2.5 كجم فإن مستوى السكر لديهم يكون عادة فوق 30 ملليجرام .
ويعتبر هذا المستوى ( 20 أو 30 ملليجرام ) هبوطاً شديداً في مستوى سكر الدم ، ويؤدي ذلك إلى الأعراض الآتية :
1-أن يرفض المولود الرضاعة .
2-ارتخاء العضلات .
3-توقف متكرر في عملية التنفس وحصول ازرقاق الجسم .
4-اختلاجات ونوبات من التشنج
Sesungguhnya kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir adalah sangat kecil. Jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, di mana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/ 100 mL darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg, maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 mL.
Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 mL darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit:
  1. Bayi menolak untuk menyusui,
  2. Otot-otot melemas,
  3. Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan;
  4. Kontraksi atau kejang-kejang[10]

Tujuan Tahnik Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah Imunisasi?

Setelah mengetahui hikmah tahnik melalui penjelasan para ulama, maka kita dapati tidak ada yang menyatakan bahwa hikmah tahnik adalah sebagai imunisasi alami, atau semisal meningkatkan kemampuan tubuh untuk untuk melawan penyakit. Apalagi menyatakan bahwa tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah imunisasi, maka ini perlu dalil dan kita tidak mendapati dalil tersebut. Kita seharusnya berhati-hati karena berkata dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat ancaman keras. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa berdusta atas namaku, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka’”[11]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.”[12]

Bukan Hanya Tahnik, Tetapi Juga Ditambah Mendo’akan

Ada ulama juga yang berpendapat bahwa tahnik sebenarnya adalah mendoakan dan mengharap berkah. Jadi tidak hanya tahnik saja tetapi harus disertai dengan mendoakan bayi tersebut.
Syaikh Ihsan bin Muhammad Al ‘Utaibi berkata,
قلت: الصحيح الثابت أن المحنِّك “يدْعُو للْمَوْلودِ بِالبَرَكَةِ”، كما جاء في “صحيح البخاري” (10/707) من حديث أبي موسى الأشعري. وفي صحيح مسلم (3/193) من حديث عائشة رضي الله عنها ” يُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ” – أي: يدعو لهم بالبركة صلى الله عليه وسلم
Yang tepat, orang yang melakukan tahnik juga mendoakan keberkahan bagi bayi tersebut, sebagaimana dalam hadits di shahih Bukhari (10: 707) pada hadits Abu Musa Al Asy’ari dan di Shahih Muslim (3: 193) dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan bagi mereka.”[13]
Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah menjelaskan doa yang dibaca,
قوله ثم حنكه أي وضع في فيه التمرة ودلك حنكه بها قوله وبرك عليه أي قال بارك الله فيه أو اللهم بارك فيه
“Maksud mentahnik adalah meletakkan dalam mulut bayi kurma, kemudian menggosoknya, kemudian mendoakannya yaitu berdoa, “Baarakallahu fiihi (semoga berkah Allah diberikan untuknya)”, atau “Allahumma baarik fiihi (Ya Allah, berkahilah dia).”[14]

Apakah Bakteri dalam Mulut Merangsang Imunitas Alami?

Salah satu teori yang diusung oleh mereka yang menyatakan bahwa tahnik adalah imunisasi alami yaitu bakteri dari mulut orang yang mentahnik akan berpindah ke perut bayi kemudian merangsang imunitas alami. Sebagaimana teori imunisasi yaitu memaparkan antigen seperti bakteri yang dilemahkan atau yang dimatikan.  Ini perlu penelitian dan pembuktian ilmiah. Dan jika benar maka bayi tersebut hanya kebal terhadap bakteri di mulut bukan dengan bakteri penyakit yang lain. Wallahu ‘alam.
Demikian pembahasan dari kami. jika ada saran, masukan dan kritik yang bersifat membangun harap disampaikan kepada kami. Mungkin masih ada ilmu yang belum sampai kepada kami. Semoga bermanfaat.

Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu masjid
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Editor: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

QUSTHUL BAHR (keluarga jahe jahean)

Allah Azza wa Jalla berfirman: “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Insan: 17). Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa ia menceritakan: “Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam satu karung jahe. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan, dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan.” (HR: Abu Nu’aim dalam kitab Ath Thibb An Nabawi)


Di kalangan para ahli dan dokter yunani, secara umum jahe popular digunakan sebagai obat yang sangat bermanfaat. Maka itu mereka menggunakan untuk pengobatan, sebagai bahan makanan untuk jantung dan lambung, dan menjadi bahan yang dapat mengeluarkan keringat badan, terutama dimusim dingin. Jahe juga banyak dijadikan campuran ke dalam ramuan obat-obat dan ditambahkan angsana/sena (senna) untuk mencegah mual, mengurangi dan mempersingkat masa mual.

Ibnu Al-Qayyim berkata, jahe bermanfaat untuk pencernaan, memperlancar perut, memperbaiki hati, gejala air empedu akibat dingin dan kelembapan secara bersamaan, dan menghilangkan angina (gas pada lambung). Secara umum, jahe berguna untuk ginjal dan usus. Sari atau air jahe yang mendidih digunakan untuk obat encok, rematik, dan menyembuhkan suara serak.

Dokter Arab menggunakan jahe untuk menghangatkan badan dengan sehangat-hangatnya. Dimana jahe mampu menimbulkan perasaan hangat dan rasa hangat dapat berlangsung lama pada badan. Membantu mencerna makanan, sehingga mampu melunakkan isi perut. Bermanfaat dari racun berbisa. Berguna untuk radang dingin. Dapat berfungsi sebagai obat kompres (penghangatkan dengan kain yang dipanasi atau penyekaan).

Dalam kitab "Tazkirat Daud Al-Antaki" bahwa jahe dapat membuka penyumbatan, menghilangkan dahak lender, dan kelembaban yang merusak dan tersembunyi di dalam lambung. Jahe juga dapat mengusir angin (kentut). Memperlancar kencing yang sampai ke dalam urat-urat/pembuluh darah, serta bermanfaat bagi badan.

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=260340700679438&id=187199561326886

Minggu, 07 September 2014

HOAX : Fitnah Virus Mers dari Hewan Unta Ini Jawaban dalam Alquran

Pernah baca tulisan HOAX ini ? atau justru ikut menyebarkan artikel ini...?

Pertama kali muncul virus MERS di arabsaudi bulan september 2012 ,kurang lebih menewaskan 126 orang yang meningggal akibat corona virus MERS .dari manakah asal mula nya virus tersebut…? menurut para ahli kesehatan virus corona mers tersebut dari Hewan unta,,benarkah ,,,? kita jangan lantas percaya dengan isu tersebut apakah benar dari hewan onta.

Onta adalah makhluq ALLAH yang langka, yang bisa bertahan hidup dibawah terik matahari ditengah gurun sahara walau sengatan sinar matahari itu sampe diatas 50 C. bisa berjalan 70mil tanpa berhenti juga bisa bertahan tidak makan dan minum slama 3 hari 3 malam

Sering saya melihat di padang pasir antara jeddah mekah maupun Riyad menuju mekah dalam perjalanan UMRAH banyak penggembala onta di padang pasir.

Dalam hati kecil ku ” jika virus Mers memang berasal dari onta bagaimana dgn pengembala onta yang setiap saat hidup bersamanya ? ? ? Kenapa bukan pengembala itu yg pertama kali kena ? 

Bukan kah hewan Onta itu pernah di kendarai oleh nabi Muhamad saw ,,? dan bahkan di abadikan dalam AL QURAN
Firman ALLAH. أفلا ينظرون إلى الإبل كيف خلقت.. (Tidakkah mereka memperhatikan bagaimana unta itu diciptakan ? ?)

Apakah dengan isu bahwa ada virus mers tersebut buat menghambat umat ISLAM yang akan melaksanakan ibadah UMRAH dan HAJI ke tanah suci mekah,,? penggalangan dana yang sasarannya adalah jamaah umrah dan haji sebagaimana suntik miningitis…

Kemana dananya ? ? ? ? Bagaimana dgn mereka yg ibadah umrah Haji tanpa disuntik miningitis ? ? Matikah mereka ? ?atau sakit,,

walohualambisowab.


Komentar Saya :

Jangankan unta..Rasulullah aja pernah sakit. Beberapa waktu yang lalu kita pernah dihebohkan dengan flu Babi dimana katanya babi menjadi prekusor penyebaran virus. Beberapa kalangan ummat Islam banyak yang menghujat Babi sebagai binatang haram. Karena haram maka akan membawa penyakit yang banyak sekali. Namun ketika didapati berita bahwa Onta juga menjadi perkusor penyebar virus berbahaya..tiba tiba banyak yang komplain dan menyatakan tidak percaya...

Ini Bukan Babi vs Onta !!!

Sebagai ummat Islam seharusnya kita bisa berfikir lebih logis... bukankah IQRA dan FIQR adalah jalan utama menuju taqwa ?

Siapa bilang unta gak bisa sakit dan menebar virus ?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَِّبيِّ قَالَ : لاَ يُوْرِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
“Dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda: “Janganlah unta yang sehat dicampur dengan unta yang sakit.”

Lagi pula gak mungkinlah ilmuwan ilmuwan arab sana begitu bodohnya sampai tidak tau urusan begini

Terus masih di hubung hubungkan dengan bisnis vaksin meningitis pula. Hadeeeeh. Meningitis itu pernah menjadi wabah yang menakutkan pada tahun 1987 bagi para jamaah haji dan umroh.

Sejak pemerintah saudi mewajibkan vaksin meningitis, jumlahnya sudah sangat berkurang. namun kewajiban suntik meningitis tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit menular antar bangsa... karena mekkah dan madinah adalah tempat berkumpulnya berbagai bangsa di dunia yang sangat mungkin bahwa tempat tempat tersebut membawa penularan penyakit tertentu juga. MENGERTI ????

Pertanyaan terakhir juga gak kalah aneh?

"Bagaimana dgn mereka yg ibadah umrah Haji tanpa disuntik miningitis ? ? Matikah mereka ? ?atau sakit,,"
 
Catet yaaa...Bagi yang tidak melakukan suntik meningitis BELUM TENTU pasti mati atau pasti sakit... tapiiii kemungkinan untuk terkena meningitis lebih besar. Apalagi kondisi umroh dan haji itu butuh energi lebih yang terkadang juga melelahkan. Orang yang cenderung lelah sistim imunitasnya bisa turun... makanya gak jarang kita dapati bahwa mereka yang sedang umroh juga mengalami flu (entah karena lelah atau perubahan cuaca yang ekstrim). Tuuuuh gambar disamping bisa menjadi pelajaran berharga. Ashanti istri Anang yang masuk rumah sakit pulang dari Umroh karena kena meningitis.

Jadiiiii.... hati hati yuk menyebar kan info hoax yang membodohi ummat. Jangan sampai kita gampang banget disulut dengan berita berita hoax gak mutu begituuuuh.


yuk baca baca link seputar bahaya Corona / MERS
http://health.kompas.com/read/2014/04/29/1516561/Unta.Jadi.Sumber.Penularan.Virus.Korona.MERS