Jumat, 15 Mei 2015

TEST GINJAL DENGAN JENGKOL ????

Lagi jalan jalan di facebook, tiba tiba dapet aja berita beginian,


Komentar Penulis :

Menurut saya gak perlu pake jengkol jengkolan untuk tes kesehatan ginjal. Cukup dgn melihat warna urin kita bisa paham apa yang sedang terjadi dengan ginjal kita.

Test ginjal dgn jengkol itu tidak dianjurkan. iyaa kalo ginjal sehat.. nah kalau ginjalnya gak sehat.. bisa berbahaya untuk ginjal karena kandungan asam jengkolat pada jengkol bisa menyumbat saluran kencing.
Saluran kencing yang tertutup membuat sampah atau racun tidak dibuang. Akibatnya bisa timbul infeksi saluran kemih. Bila tidak ditangani, kondisi demikian akan merambat ke organ ginjal.

 Lagi pula ada banyak sebab kok walau makan jengkol urine tidak bau... bisa jadi dia makan bersama penetral bau nya semisal daun salam..
Jadi kesimpulannya..jangan yaaa test ginjal pake jengkol..kecuali anda tau kalau ginjal anda sehat (etapi kalau tau sehat ngapain ngetest ya)

berikut adalah salah satu cara sederhana untuk mengetahui kondisi ginjal anda dengan melihat warna urine


Tentang analisis warna urin dengan gejala sakitnya bisa di baca di sini
http://health.kompas.com/read/2013/12/09/1028525/Warna.Urine.Ungkap.Status.Kesehatan.Anda

Yang ingin tau lebih dalam bagaimana bahayanya jengkol terhadao ginjal bisa baca di link ini
http://ik.pom.go.id/v2014/artikel/BAHAYA-KERACUNAN-ASAM-JENGKOLAT4.pdf

Well kawans pecinta dunia herba hati hati yuuuk menyerap informasi.. Salah kaprah informasi seperti ini banyak terjadi di sekitar kita.. Dan Kalau kita salah menyerap informasi bisa mencelakakan orang lain.

# piiis aaaah
berwarna merah atau pink Meskipun tampak sangat tidak wajar, urin yang berwarna merah belum tentu merupakan masalah yang serius. Urin yang berwarna merah atau merah muda dapat disebabkan oleh: - Darah. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan darah kemih (hematuria) termasuk infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, kanker tumor jinak, kista ginjal, lari jarak jauh, batu ginjal dan batu kandung kemih. - Makanan. Bit, blackberry (beri hitam), dan rubarb (kelembak) dapat mengubah urin menjadi merah atau merah muda. - Obat-obatan. Rifampisin, berbagi jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati tuberkolosis seperti phenazopyridine, obat untuk menghilangkan ketidaknyamanan salurah kemih, dan obat pencahar yang mengandung senna, seluruhnya dapat mengubah urin menjadi merah. - Racun. Keracunan merkuri juga dapat menyebabkan urin berubah menjadi merah. Urin berwarna oranye Urin berwarna oranye kerap kali terjadi karena: Obat-obatan. Rifampisin, obat sulfasalazine anti-inflamasi, phenazopyridine, obat utuk menghilangkan ketidaknyamanan pada saluran kemih, beberapa obat pencahar, obat kemoterapi – jenis obat-obatan tersebut dapat merubah urin menjadi berwarna oranye. Kondisi medis. Dalam beberapa kasus, urin oranye dapat menjadi indikasi masalah pada hati atau saluran empedu, terutama jika Anda memiliki tinja berwarna cerah/terang. Urin yang berwarna oranye juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, yang dapat mengonsentrasikan (memekatkan) urin dan membuatnya berwarna sangat gelap Urin berwarna biru atau hijau Pewarna. Beberapa pewarna makanan cerah dapat menyebabkan urin menjadi berwarna hijau. Pewarna yang khusus digunakan untuk tes fungsi ginjal dan kandung kemih dapat menyebabkan urin berwarna biru menyala. Obat-obatan, seperti amitriptyline, indometasin, dan propofol. Kondisi medis. Hypercalcemia keluarga, yaitu gangguan kesehatan yang bersifat genetik/warisan, juga disebut sindrom popok biru karena anak-anak dengan gangguan tersebut memiliki urin berwarna biru. Urin hijau kadang terjadi selama infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas. Urin berwarna coklat tua (menyerupai warna teh) Makanan. Memakan sejumlah besar makanan seperti kacang fava, rubarb (kelembak) atau aloe vera dapat menyebabkan urin berwarna coklat gelap. Obat-obatan. Sejumlah obat dapat menyebabkan urin berwarna gelap, termasuk obat antimalaria klorokuin dan primakuin, antibiotik metronidazole dan nitrofurantoin, obat pencahar yang mengandung cascara atau senna, dan methocarbamol (obat untuk merelaksasi otot). Kondisi medis. Beberapa gangguan hati dan ginjal serta beberapa jenis infeksi saluran kemih dapat mengubah warna urin menjadi coklat gelap. Urin berwarna keruh atau berawan Infeksi saluran kemih dan batu ginjal dapat menyebabkan urin tampak keruh atau keruh. Faktor risiko Memakan makanan yang dapat menggelapkan urin seperi beri, bit dan rubarb, atau menggunakan obat tertentu dapat memungkinkan terjadinya perubahan pada warna urin -- namun tidak terbahaya. Faktor-faktor yang menimbulkan risiko medis terkait perubahan warna urin, di antaranya: - Usia. Tumor kandung kemih dan ginjal dapat menyebabkan kandungan darah dalam urin. Hal ini umum terjadi pada orang yang lebih tua. Pria yang lebih tua dari suai 50 kadang memiliki darah pada kemihnya karena pembesaran kelenjar prostat. - Jenis kelamin. Lebih dari setengah perempuan akan mengalami infeksi saluran kemih di beberapa titik, seringkali dengan perdarahan kemih. Pria lebih berisiko memiliki batu ginjal atau batu kandung kemih. - Sejarah keluarga. Keluarga yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau batu ginjal akan menyebabkan anggotanya lebih mudah terkena masalah yang sama. Darah pada urin orang yang berpenyakit ginjal atau batu ginjal menjadi hal yang umum ditemui. - Olahraga berat. Pelari jarak jauh memiliki risiko paling tinggi, walaupun siapa saja yang selalu melakukan latihan/olahraga berat dapat mengalami perdarahan kemih.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/84_warna-urin.html
Copyright DokterDigital.com
Dalam beberapa kasus, urin oranye dapat menjadi indikasi masalah pada hati atau saluran empedu, terutama jika Anda memiliki tinja berwarna cerah/terang. Urin yang berwarna oranye juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, yang dapat mengonsentrasikan (memekatkan) urin dan membuatnya berwarna sangat gelap

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/84_warna-urin.html
Copyright DokterDigital.com

Selasa, 21 April 2015

SEKOLAH JUNDISAFUR-cikal bakal kedokteran arab klasik

Didin Faqihuddin
Dosen STAIN Datokarama Palu
Sulawesi Tengah
 
Sekolah ini adalah titik penghubung antara filsafat Yunani dan filsafat Arab, meskipun sekolah ini berada di Persia.

Sedangkan bagaimana filsafat Yunani berpindah ke sana, khususnya filsafat Iskandariah yang mempunyai kecenderungan ilmiahnya, inilah riwayat yang perlu kita simak.


Pertentangan antara Persia dan Yunani belum selesai setelah Yunani tunduk kepada Romawi bersamaan dengan meluasnya kekuasaan negara Romawi. Karena itu pertentangan ini pun berpindah pula, terjadi antara Persia dan Romawi. Romawi selalu menang melawan Persia ketika Kekaisaran Romawi dalam keadaan kuat. Maka ketika ia mulai melemah dan kehilangan kekuatan, pasukannya porak poranda berhadapan dengan pasukan Persia.

Dalam diskusi kita tentang Plotinus pada pembahasan yang lalu, kita telah menyinggung bahwa yang tersebut ini telah bergabung dalam pasukan Kaisar Giordian III ke Persia. Saat itu Plotinus bermaksud mempelajari berbagai mazhab dan hikmah yang ada di timur. Akan tetapi ekspedisi ini gagal, hal mana membuat Plotinus kembali ke Roma dan membuka sekolahnya. Perang pun pecah karena Persia didukung oleh Ardacher.

Ketika keadaan kembali pulih, Ardacher di utus ke Roma pada tahun 230 M di mana ia menantang sang Kaisar dan memintanya untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang dulunya merupakan bagian Persia seperti Asia Kecil dan Suria. Ardacher wafat pada tahun 241 M ketika peperangan pecah yang dipicu oleh anaknya Syabur (241-272). Bertemulah pasukan Syabur dengan pasukan Geordian yang dulu pernah kalah.

Akan tetapi luka yang dialami Geordian membuat perang dihentikan. Timbullah kesepakatan bahwa Persia menguasai Armenia, sedangkan Roma menguasai Irak. Kemudian pada tahun 258 perang pecah kembali. Pasukan Romawi dipimpin oleh Kaisar Phalirian. Sang Kaisar dikepung dan kalah, Ia bersama pasukannya kemudian ditawan.

Syabur memperlakukan para tawanan dengan baik. Ia bahkan mendapatkan keuntungan dari kebebasan yang diberikannya kepada para tawanan itu. Di antara mereka banyak ahli seni, dokter, insinyur dan ahli-ahli lainnya. Mereka inilah yang telah melakukan pembangunan bendungan besar di sungai Dijjil di Tustar dan dikenal dengan nama “Syazirwan Tustar”.

Syabur menempatkan para tawanan itu di satu daerah dekat kota Sous dan dekat pula dengan Tustar. Mereka membangun sebuah kamp yang nantinya menjadi kota “Jundisapur” artinya kamp Sabur. Kota tersebut bersinar dan menjadi pilar wilayah Khuzastan pada masa Sasaniyah yang menjadikan kota Sous sebagai persinggahan musim dingin dan kota Jundisapur sebagai persinggahan musim panas karena air dan udaranya yang sejuk. Seperti dikatakan oleh al-Mas’udi dalam kitabnya Murûj al-Zahab, raja-raja Sasania sampai masa Hurmuz tetap tinggal di kota Jundisapur, Khuzastan.


Di bawah kekuasaan Persia, para tahanan tersebut mendapatkan kebebasan beragama, sesuatu yang tidak mereka nikmati pada masa kekuasaan Romawi yang menindas orang-orang Kristen sehingga membuat mereka terpaksa bersembunyi dan melakukan peribadatannya secara rahasia.

Persia tidak bermaksud memerangi orang-orang Kristen, bahkan mereka dibiarkan bebas membangun gereja-gerejanya. Kemudian di bawah kepemimpinan Hurmuz, Jundisapur tidak lagi bersinar, ia kehilangan nilai pentingnya dan kemudian hancur sama sekali, sampai akhirnya datang Sabur II (362) yang membangun kembali kota tersebut mengikuti kemenangannya atas Kaisar Julian.

Sejumlah orang berhasil ditawan dan kemudian ditempatkan di kota Jundisapur yang telah diperbaiki. Pada akhirnya Kristenitas berhasil mengalahkan paganisme. Maka jadilah beban pemindahan kebudayaan Yunani ada di pundak gereja. Di timur, tugas tersebut dipikul oleh orang-orang Kristen Suryan kelompok Nestorian.

Kami tidak tahu secara pasti bagaimana ihwal sekolah Jundisapur pada abad IV dan V. Tapi dipastikan bahwa Kisra Anusyirwan-lah (531-578) yang mengayomi sekolah tersebut. Ia begitu berambisi untuk menjadikan Jundisapur mirip dengan sekolah-sekolah filsafat, khususnya sekolah Iskandariah yang terkenal karena matematika, kedokteran dan filsafat. Inilah orientasi Iskandrani yang telah kita diskusikan sebelumnya. Dialah yang telah menyambut para filosof Athena yang telah diusir Justinian ketika sekolah Akademia dan sekolah Aristoteles ditutup.

Ketika itu, metode Iskandrani diterapkan dalam proses belajar Jundisapur. Buku-buku yang dipakai di Iskandariah juga dipakai di sana. Bahkan bidang kedokteran dan matematikanya. Jundisapur bukanlah satu-satunya kota di Persia yang menjadi pusat ilmu pengetahuan dan filsafat, bahkan di kota-kota yang lain muncul juga beberapa sekolah. Dalam Mu’jam al-Buldân, Yaaqut menyebutkan hal tersebut ketika membahas Risyhar.

Kedokteran Yunani dipelajari dari dua sekolah; sekolah Epikrates (Hipokrates) yang wafat pada abad 3 M, dan sekolah Galinus yang wafat pada tahun 200 M. Galinus berasal dari Bergam, Asia Kecil. Akan tetapi sebagian besar hidupnya dilalui di Roma. Maka tentu saja ia berhubungan dengan para dokter sekolah Iskandaria. Sekolah Iskandariah sangat berpegang pada buku-bukunya.

Mereka memilih 16 di antaranya yang mesti dihafal oleh setiap pelajar kedokteran. 16 buku itulah yang menjadi pegangan (rujukan) sekolah kedokteran Jundisapur dan yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Suryani. Dari terjemahan Suryani ini kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Arab di masa penterjemahan.

Di antara dokter-dokter Iskandariah yang belajar kepada Galinus adalah: Oripasius, Atisius, Ahran–orang Arab menamakannya Ahran al-Qiss–seorang dokter dan ahli nujum Yahudi yang hidup pada abad V M. Dialah yang menterjemahkan bukunya sendiri, “Kinâsyah”, ke dalam bahasa Suryani dan kemudian ke dalam bahasa Arab. Orang yang mempopulerkan buku-buku Ahran adalah seorang dokter kelahiran Persia, bermazhab Yahudi dan berbahasa Suryani, yang bernama Masirgueh–atau Masirgis. Yang tersebut ini pada masa khalifah Marwan ditugaskan untuk menterjemahkan buku Ahran ke dalam bahasa Arab.

Sekolah kedokteran Jundisapur tidak hanya menyerap ilmu kedokteran Epikrates dan Galinus saja, tetapi juga menyerap ilmu kedokteran India yang terkenal dengan akar-akaran dan rumput-rumputan karena khasiatnya, juga terkenal karena mantra-mantara dan jimat-jimatnya untuk mengusir roh-roh jahat yang mereka yakini sebagai penyebab sakit.

Diriwayatkan bahwa Kisra mengundang seorang dokter dari India untuk mengajarkan ilmu kedokteran India di sekolah Jundisapur. Kisra juga memiliki concern terhadap rumput-rumputan India dan mendatangkan sebagiannya ke Persia untuk ditanam di wilayah-wilayah Jundisapur.

Di antara yang didatangkan dari India adalah sukkar (gula) yang dibuat dari kulit sukkar. Kata sukkar ini adalah bahasa Sansekerta, kemudian diserap ke bahasa Persia lalu ke bahasa Arab. Pada abad IV M, gula mulai dikenal di India. Ketika sukkar (gula) ditanam di Jundisapur, maka dibangunlah tempat-tempat khusus untuk pemerasan gula. Pada waktu itu gula dimanfaatkan untuk pengobatan, dan baru pada zaman modern digantikan dengan madu lebah.

Kami mengatakan bahwa persia sangat memperhatikan ilmu kedokteran, perbintangan (nujum) dan filsafat. Ilmu perbintangan (nujum) inilah yang sekarang kita namakan dengan Astronomi, mereka sangat concern terhadap ilmu ini. Di Jundisapur, mereka membuat sebuah observatorium seperti yang ada di Iskandariah. Ketika orang Arab mentransfer ilmu ini, mereka mempelajarinya dari Persia, oleh karena itu kita menemukan banyak istilah-istilah Persia yang diArabkan.

Dalam hal filsafat, buku-buku Aristoteles, khususnya Logika, merupakan buku-buku filsafat utama yang ditransfer orang-orang Suryani karena keperluan mereka dalam kajian-kajian keagamaan.

Tampaknya, lingua franca yang dipakai di sekolah Jundisapur adalah bahasa Suryani, dengan pertimbangan bahwa di satu sisi bahasa ini adalah bahasa para guru, dan di sisi lain merupakan bahasa rujukan dalam banyak cabang ilmu pengetahuan setelah ditransfer dari bahasa Yunani ke bahasa Suryani.

Maka setiap pelajar harus mempelajari bahasa Suryani supaya mereka banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Tidak ada perbedaan pendapat bahwa para tawanan yang ditempatkan di jundisapur berbicara dengan bahasa Yunani di samping bahasa Suryani. Kemudian mereka mempelajari bahasa Persia. Sebagian buku ilmu pengetahuan tersebut telah diterjemahkan juga ke dalam bahasa Persia dari bahasa Suryani. Setelah itu, ilmu-ilmu pengetahuan tersebut dan filsafat diterjemahkan ke bahasa Arab dari bahasa Suryani.

Buku-buku berbahasa Suryani tentang kedokteran Jalinus (Galenus), logika Aristoteles dan sebagian buku Astronomi dan matematika inilah yang telah ditransfer oleh para penerjemah pada masa Abbasiyah. Itu terjadi setelah pembangunan kota Baghdad yang tidak terlalu jauh dari Jundisapur.

Dengan dukungan para khalifah dan gubernur serta imbalan yang diberikan kepada para cendekiawan, maka ibu kota baru itu banyak menarik dokter-dokter dan cendekiawan Nestorian. Mereka meninggalkan kediaman asalnya di sekolah Persia untuk menetap di ibu kota khalifah Abbasiyah.


Khalifah pertama yang mendatangkan dokter dari Jundisapur adalah khalifah Mansur ketika ia terserang penyakit kronis. Ia lalu mengundang Georgorius bin Bakhtisyu, kepala sekolah dan rumah sakit Jundisapur. Georgorius tinggal di istana khalifah di Baghdad dari tahun 148 – 152 H, kemudian ia meminta izin untuk kembali ke Jundisapur pada masa kekhalifahan al-Hadi.

Yang tersebut ini menjadikan Bakhtisyu sebagai tabib kerajaan. Akan tetapi timbul pertentangan antara dia dengan Abu Quraisy, tabib istri al-Hadi. Ia pun meminta untuk keluar dari lingkungan istana. Ketika Harun al-Rasyid memangku jabatan khalifah, ia memintanya untuk mengobati penyakit batuk menahunnya.

Kemudian dari keluarga Bakhtisyu yang mengabdi di kerajaan adalah putra ketiga Bakhtisyu yang bernama Georgorius, yang pernah menjadi dokter Ja’far bin Yahya al-Barmaki dan kemudian menjadi dokternya Harun al-Rasyid, juga sebagai pemimpin para dokter. Ia juga mengabdi pada al-Amin dan al-Makmun. Georgorius ini mempunyai karya-karya kedokteran dalam Bahasa Arab. Ia wafat pada tahun 213 H.

Pada tahun 215 H al-Makmun mendirikan Baitul Hikmah di Baghdad. Al-makmun menjadikan tempat ini sebagai pusat penterjemahan buku-buku berbahasa Suryani dan Yunani ke dalam Bahasa Arab. Baitul Hikmah dikepalai oleh Yunana Bin Masweih, seorang dokter Suryani dari sekolah Jundisapur. Ia kemudian hijrah ke Baghdad di mana kemudian ia membangun sebuah rumah sakit, sampai akhirnya al-Makmun mengangkatnya sebagai pemimpin Baitul Hikmah.

Hunain bin Ishak adalah salah seorang muridnya yang paling terkenal dalam dunia terjemah. Banyak orang mengkritik alias keberatan terhadap Baitul Hikmah sambil mengatakan bahwa Baitul Hikmah bukanlah sekolah filsafat, melainkan pusat penerjemahan, dan yang diterjemahkan bukanlah buku-buku filsafat.

Sekolah Jundisafur sendiri memang bukanlah sebuah sekolah filsafat, karena tidak ada riwayat yang menyatakan adanya filosof-filosof lulusan sekolah tersebut. Yang ada justru para dokter yang melakukan pengobatan dan mengelola rumah sakit.

Keberatan ini mempunyai sudut pandang sendiri. Akan tetapi sebenarnya bahwa sekolah Iskandariah pada masa terakhirnya di abad IV dan V, bukanlah sekolah filsafat dengan ukuran sekolah ilmiah-matematika-kedokteran, selain Neo-Platonisme yang dibangun oleh Amonios Sakkas dan diproklamirkan oleh Plotinus.

Selain itu apakah kita bisa menamakan Ptolomeus, si pemilik al-Majisthi, Manileos, Nikomakos, Paphus atau yang lain-lainnya sebagai para filosof. Demikian juga para dokter seperti Oripasius dan Ahran. Apagi para ahli matematika dan dokter ini bukanlah ilmuwan-ilmuwan semacam Eukledes atau Galienus, justru mereka adalah orang-orang yang memiliki “ringkasan” dan “penjelasan” untuk kebutuhan pengajaran.

Disamping itu juga, mereka mengetahui mazhab-mazhab Plato, Aristoteles, Stoik, dan filosof-filosof lain yang banyak mengetahui hikmah, sekaligus sebagai pengajar hikmah itu, di samping pengetahuan mereka terhadap matematika, ilmu alam dan kedokteran. Begitulah keadaan sekolah Jundisapur yang merupakan kelanjutan bagi pengajaran Iskandrani, khususnya tentang kedokteran. Ketika dokter-dokter sekolah Jundisapur pindah ke Baghdad, maka hal pertama yang harus mereka lakukan adalah membangkitkan gerakan penerjemahan yang memakan waktu satu abad.

Di antara para penerjemah ini, ada seorang filosof Islam dari kalangan Arab, dialah al-Kindi, filosof Arab pertama yang memiliki sekolah.
Wallahu A’lam
Palu, 22 Mareet 2010
Referensi : Ahmad Fuad al-Ahwani / MF

Sumber : https://dienfaqieh.wordpress.com/2010/03/22/sekolah-jundisafur-didin-faqihuddin-dose/

baca juga tentang al harits bin kaladah  http://cinderainfo.blogspot.com/2015/03/nasihat-al-harits-bin-kaladah.html

Senin, 20 April 2015

HOAX : alasan wanita di larang sholat saat haid

Pernah dapat info semacam ini ?

SHOLAT adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam islam, ibadah yang kelak di akhirat dihisap pertama kali. Ibadah yang merupakan dzikir paling besar dan kebutuhan umat Islam terhadap Robbnya. Kewajiban yang berwujud kebutuhan ini sangat penting bagi manusia. Karena dengannya kita senantiasa mengingat-Nya dan berdoa kepada- Nya. Belum lagi, baru-baru ini ditemukan hikmah dan manfaat yang banyak sekali dari gerakan shalat untuk kesehatan tubuh manusia.

Nah, kali ini kita akan mencoba membahas tentang manfaat shalat untuk ibu hamil dan mengapa wanita haid tidak boleh atau diharamkan shalat ?
Ini dia jawaban menurut medis. Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. Namun justru gerak seperti ini berbahaya bagi wanita haid. Mengapa bisa begitu? Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah. Begitu juga saat seorang ibu hamil,rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Jika seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitasnya ini akan membantunya mengantarkan darah yang melimpah ke janin.

Sementara wanita yang haid, jika menunaikan shalat, akan menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia akan kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid. Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Jika wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di tubuhnya akan hancur. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun akan hilang terbawa bersama darah haid.

Mengalirnya darah secara umum akan meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid agar menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit. Jika seorang wanita shalat saat haid,maka ia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan terserang penyakit. Mungkin inilah hikmah besar di balik larangan syariat agar wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga ia suci.

Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan, "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (Al-Baqarah;222).

Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan akan hilang percuma.Lebih dari itu, jika wanita haid shalat maka akan menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.itulah alasan wanita di larang sholat saat haid.semoga bermanfaat artikelnya buat kalian.

Komentar Saya :

Yang perlu kita pahami bahwa aliran darah antara rahim dengan sistem peredaran darah tubuh tidak ada hubungannya. Darah haid berasal dari peluruhan dinding rahim akibat tidak adanya proses pembuahan dalam siklus reproduksi wanita.
Sementara sistem peredaran darah tubuh kita sama sekali tidak melalui organ reproduksi melainkan hanya melibatkan tiga bagian utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah itu sendiri. 
Bisa dilihat pada gambar di bawah, ini adalah peta perjalanan darah dalam tubuh manusia. Sementara sisa hasil metabolisme nya akan mengendap di bawah permukaan kulit, terbuang sebagai keringat atau keluar bersama urine... (cateut....bukan darah haid) sementara yang keluar bersama darah haid adalah kelnjar sisa sisa hasil peluruhan dinding rahim.
 
 
Jadi  anggapan yang mengatakan bahwa wanita yang sedang bersujud akan meyebabkan darah mengalir ke rahim kemudian akan menyebabkan banyaknya sel darah putih yang hilang adalah anggapan yang mengada ada. Artikel ini juga tidak menyertai sumber penelitiannya...


untuk lebih jelas nya boleh di baca dua link di bawah..

Minggu, 19 April 2015

Meramu Obat Herbal Pencegah Keguguran Kandungan

Banyak ibu atau calon ibu mengalami keguguran karena  infeksi TORCH (Toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex virus). Jika hal itu yang Anda atau kerabat Anda alami, gunakan ramuan herbal yang terbukti bisa mengatasi infeksi TORCH yang menjadi penyebab kegagalan kehamilan. Sekadar catatan, artikel ini saya ambil dari trubus-online.co.id 

Infeksi TORCH menyebabkan keguguran dan kelainan bawaan pada bayi seperti kebutaan, pembesaran kepala, tuli, bentuk anggota tubuh tidak sempurna dan cacat bawaan lainnya. Saat hamil perempuan sebaiknya memeriksakan diri untuk mengetahui keberaan TORCH. Sebab, penyakit itu datang tanpa keluhan.

Ibu hamil yang terserang virus rubella mungkin merasakan gejala seperti campak, demam, flu, dan timbul bercak pada tubuh. Bila terserang herpes timbul bulatan-bulatan kecil yang berkumpul menjadi satu layaknya herpes pada umumnya, tapi terdapat di daerah organ reproduksi. Pada toxoplasma dan cytomegalovirus kerap tidak merasakan adanya keluhan.

Pemeriksaan TORCH untuk mengetahui nilai Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Bila nilai IgG positif, sedangkan IgM negatif maka infeksi telah lama terjadi. Bila IgG negatif dan IgM positif maka infeksi baru saja terjadi. Namun, bila keduanya positif maka infeksi sedang dalam tahap penyebaran, tetapi belum terlalu lama. Dokter biasanya memanfaatkan antara lain isoprinocin, repomicine, valtrex, spiromicine, spiradan, acyclovir, dan azithromizsin untuk mengatasi TORCH.

Obat Herbal Pencegah TORCH

Untuk mengatasi TORCH. Kita dapat meracik obat herbal itu antara lain rimpang temumangga dan temuputih untuk menjaga sistem hormon, daun sambiloto untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sirih untuk menangkal bakteri. tambahkan pulosari, buah mengkudu, dan ciplukan pada ramuan itu dan meraciknya dalam serbuk berdosis 50 – 70 gram. Jumlah herbal cukup banyak untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus, menekan pertumbuhan virus, serta mengoptimalkan kerja setiap organ tubuh. Ramuan herbal diracik untuk meningkatkan antibodi dan menjadi benteng pertahanan tubuh dari serangan virus. Pengobatan herbal itu bersifat menyeluruh tidak terpaku pada satu penyakit saja. Oleh sebab itu herbal pendamping sangat diperlukan untuk saling menyokong mempercepat penyembuhan.

Tak ada satu jenis obat yang ampuh menyembuhkan suatu penyakit. Semua pasti berpadu dengan jenis obat lain, termasuk herbal. Lalu merebus serbuk herbal seperti diatas itu dalam 2 gelas air hingga mendidih, mendiamkannya sejenak agar serbuk mengendap, menyaring, dan meminumnya dua kali sehari. Ia meminum racikan herbal itu selama 3 bulan berturut-turut.

Herbal mampu meningkatkan daya tahan tubuh pasien, memperbaiki sel dan merangsang antibodi. Bila daya tahan tubuh baik maka antibodi yang terbentuk dalam tubuh mampu bekerja dengan baik pula untuk menangkal setiap gangguan yang datang pada tubuh termasuk virus.

Sumber                  :  trubus-online.co.id

http://penelusuraninformasi.blogspot.com/2012/05/meramu-obat-herbal-pencegah-keguguran.html

Minggu, 22 Maret 2015

KOMPOSISI, PROSES PEMBUATAN & KEHALALAN VAKSIN

Apakah Anda termasuk orangtua yang memvaksinasi anak? 

Jika ya, tahukah Anda zat-zat apa saja yang terkandung di dalamnya? Lalu bagaimana fungsi dan cara kerjanya? Sebagaimana kita ketahui, vaksin dibuat untuk mencegah penyakit infeksi. Kandungan vaksin terdiri dari berbagai zat, yaitu Antigen (zat yang utama) dan Aditif (zat-zat lainnya).

Antigen sebagai kandungan utama vaksin, berfungsi merangsang sistem imun tubuh, agar tubuh kenal “Oh, si antigen X ini sudah pernah datang nih!”. Antigen ini dapat merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, mati total atau hasil rekayasa genetika. Setiap bakteri/virus punya antigen yang khas. Contohnya, vaksin flu yang memiliki antigen khas utk virus Influenza. Tidak mungkin pakai antigen Polio, misalnya.
Saat Antigen tersebut disuntikkan ke tubuh, sistem imun akan mengenali: ini dia si virus flu. Kemudian tubuh akan mengingatnya seumur hidup.

Apa efeknya?
Ketika ada virus Influenza “beneran” yang menyerang, tubuh sudah mengenalinya. Dengan begitu virus tersebut langsung dimusnahkan sebelum berkembang menjadi penyakit
Sementara untuk orang yang belum divaksin Flu, saat terjadi serangan virus influenza, tubuh tidak memiliki memori tentangnya. Virus masuk dan sistem imun kerepotan menghadapinya sehingga kalah, lalu kita pun terserang penyakit.
Prinsip umum Antigen berlaku demikian utk semua penyakit yang tersedia vaksinnya. Kasus flu yang diangkat di atas hanyalah sekedar contoh saja.
Dari penelitian, diketahui bahwa Antigen perlu disertai oleh zat-zat lain agar kerjanya selalu optimal, kualitasnya terjaga dan harus sempurna. Antigen rentan sekali rusak, sehingga itulah sebabnya mengapa semua vaksin wajib disimpan dalam suhu 2-8 C (bahkan vaksin Polio -20 C). Antigen ini harus dilengkapi dengan zat-zat aditif/tambahan, seperti :
a)      Adjuvants,
b)      Preservatives
c)      Stabilizer

 Berikut ini pembahasannya satu-persatu :

a)      Adjuvants berfungsi memaksimalkan respons sistem imun tubuh. Antigen +Adjuvant dikenali jauh lebih cepat oleh tubuh daripada Antigen saja. Adjuvant yang paling sering digunakan antara lain garam aluminium. Alum ini sudah dipakai lebih dari  80 tahun. Apakah ia aman?
Dosis garam alum yang diizinkan adalah 1.14 mg/dosis vaksin (ketentuan FDA, Badan POM Amerika). Tidak ada satupun vaksin yang alumnya lebih dari nilai ini. Bagaimana dengan kabar yang menceritakan bahwa alum dapat merusak ginjal, otak dll?
Sekali lagi, dosis yang diizinkan itu kecil sekali dibandingkan dengan dosis yang dapat ditoleransi tubuh. Karena isu ini berkembang terus, pada Mei 2000, FDA mengundang ratusan ahli vaksin dari seluruh dunia, baik yang pro maupun yang kontra terhadap Alum, untuk saling beradu data. Kesimpulan FDA (tahun 2000, hingga kini tak berubah): Penggunaan garam aluminium pada vaksin dinyatakan aman dan efektif.
Sampai sekarang, Alum masih digunakan di mayoritas vaksin. Kita  tak perlu khawatir karena statusnya sudah dinyatakan aman oleh ratusan ahli.

b)      Preservatives.
Preservatives berfungsi untuk mencegah tumbuhnya bakteri/jamur selama proses pembuatan vaksin. Namun tidak semua vaksin menggunakan preservatives. Zat ini terutama digunakan di kemasan vaksin multidosis untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Saat ini, hanya ada 4 jenis Preservatives yang diizinkan digunakan. Yang paling terkenal adalah Timerosal (turunan merkuri).
Isu aman-tidaknya Timerosal ini dimulai sejak awal 1990 di negara-negara Barat. Beberapa ahli menduga merkuri menyebabkan autisme & ADHD. Dengan adanya isu ini maka para ahli pun berkumpul kembali dan pada tahun 2000, badan POM dari USA mengeluarkan rekomendasi, yakni sebisa mungkin pabrik pembuat vaksin tidak menggunakan Timerosal.
Penelitian berlanjut di tahun 2001, dan organisasi IOM menyatakan bahwa data yang ada tak cukup kuat utk menyimpulkan apakah ada/tidak hubungan Timerosal dgn autisme.
Timerosal merupakan etil merkuri. Sifat etil merkuri SANGAT BERBEDA dengan metil merkuri. Etil merkuri yang digunakan dalam vaksin tidak akan terakumulasi dalam tubuh karena cepat dimetabolisme dan waktu paruhnya hanya 7 hari. Dosis yang digunakan pun amat sangat kecil. Sedangkan merkuri berbahaya yg selama ini sering kita dengar adalah bentuk metil merkuri, yang sifatnya berbeda dengantimerosal (etil merkuri).
Tahun 2004 IOM mengeluarkan kesimpulan final, yaitu tidak ada hubungan sebab-akibat antara vaksin yang mengandung Timerosal dengan kejadian autisme, ADHD, dll.  Namun sejalan dengan promosi kesehatan dunia bebas merkuri pada produk apapun (kosmetik, obat, dll), tetap dianjurkan produksi vaksin tanpa merkuri. WHO sendiri tetap memperbolehkan penggunaan Timerosal khususnya untuk vaksin multidosis. Vaksin yang diproduksi di AS dan Eropa saat ini bebas merkuri.

c) Stabilizer.
Fungsi zat ini adalah menstabilkan vaksin saat berada pada kondisi ekstrem, misalnya panas. Dosis yang digunakan amat kecil, yaitu < 10 mikrogram. Jenis-jenisStabilizers antara lain: gula (sukrosa & laktosa), asam amino (glisin, asam glutamat) atau protein (albumin, gelatin).
Isu yang berkembang mengenai stabilizers adalah penggunaan stabilizer jenis protein (terutama gelatin) dapat menyebabkan reaksi alergi. Namun hal ini dibantah dengan fakta kejadiannya yang amat sangat jarang.
Selain Antigen dan Zat Aditif,  terkadang vaksin memiliki residu yang timbul selama proses pembuatan. Residu berupa: formaldehid, antibiotik, partikel2 mikroorganisme; yang kadarnya amat kecil, bahkan sering tak terdeteksi.
Terkait juga dengan kandungan vaksin, terkadang kita mendengar isu, benarkah proses pembuatan vaksin bersinggungan dengan zat dari babi?
Sebelumnya mari kita simak  tahapan proses produksi vaksin :
Bibit vaksin à fermentasi à panen à inaktivasi à purifikasi à ultrafiltrasi à formulasi/kemasan
Saat proses kultur substrat untuk menumbuhkan bibit beberapa (tak semua) vaksin, diperlukan penggunaan enzim Tripsin. Reaksi kimia tidak mungkin berjalan tanpa bantuan Tripsin. Akibatnya proses produksi vaksin pasti gagal tanpa Tripsin.  Dan saat ini, satu-satunya tripsin yang bisa digunakan untuk proses ini bersumber dari organ pankreas babi. Di sinilah letak perdebatannya.
Jika kita kembali pada proses produksi vaksin di atas, terdapat tahap ultrafiltrasi. Di sini secara kimiawi, unsur tripsin babi tadi hilang karena disaring sedemikian kecilnya dengan nanopartikel.
Namun ada sebagian pendapat yang menyatakan, “Sekali bersinggungan dengan unsur dari babi, ya seterusnya akan tetap babi”. Bagaimana dengan ini?

Sebagian ulama menyatakan vaksin tetap halal, karena beberapa pertimbangan :
  1. Karena tanpa vaksin, banyak penyakit infeksi mematikan. Disini poin manfaat yang lebih besar daripada mudharat sangat diperhatikan. Dan selayaknya kita mengingat proses ultrafiltrasi tadi.
  2. Jika pun haram, vaksin dinyatakan halal karena pengganti Tripsin babi belum ditemukan. Ini merupakan alasan kedaruratan, dan para ulama terus menganjurkan untuk menemukan Tripsin non-babi yang sampai saat ini masih terus diusahakan.
Perlu pula kita ketahui bahwa tidak semua vaksin menggunakan Tripsin babi. Yang menggunakan antara lain : vaksin rotavirus (diare), beberapa merek vaksin flu, merek-merek tertentu vaksin Meningitis (namun yg Indonesia gunakan tidak mengandung) dan MMR.
Saya sendiri berkesempatan menyaksikan langsung proes pembuatan vaksin sejak tahap sangat awal hingga akhir. Saya katakan sangat luar biasa karena setiap tahap proses produksi vaksin ada quality control. Dipantau ketat dan nyaris tak ada celah karena semua sudah diantisipasi sedemikian rupa. Dan perlu kita ketahui bahwa proses produksi vaksin jauh lebih ketat dari obat, dengan standar yang amat tinggi.
Kesimpulannya, vaksin memiliki profil keamanan yang sangat baik. Sudah terbukti manfaatnya sehingga kita tidak perlu ragu.
Vaksin juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam/agama manapun. Mayoritas ulama di seluruh dunia, termasuk dewan ulama di negara-negara Islam, juga Arab Saudi, tidak ada yang mengharamkan vaksinasi.

Oleh: dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc.VPCD (@dirgarambe)

Rabu, 18 Maret 2015

DEMO HERBA ANTI KANKER ???






Pernah menemukan pedagang pedagang herba mendemonstrasikan percobaan seperti yang tertera  digambarkah? Ini adalah percobaan tipuan yang sering dilakukan beberapa pedagang herba, untuk meyakinkan bahwa herba yang dijualnya memiliki khasiat luar biasa. 



Mie instant + Betadine ------- > biru /hijau
biru /hijau + herba yang dijual ------ > jernih/putih 

Mie Instant beserta bumbu di tetesi oleh Betadine berubah menjadi biru /hijau.. 
Setelah berubah biru kemudian ditambahkan herba yang diinginkan...eeeen jreng jreng ....mie instant kembali berubah putih.

Klaimnya siiiiiih itu menandakan herba yang dijual punya sifat antioksidan lah, anti kanker lah, bisa meluruhkan zat warna dalam tubuh lah atau yang parah lagi main klaim bisa melakukan stemcell .

Atau juga berita hoax serupa seperti artikel yang saya skrinsyut iniiih

Katanya uji kualitas beras dengan menambahkan betadine kalau berubah ungu berarti mengandung obat KB.
Tuepok jidat dat dat dat....


Padahal yang sebenarnya ini cuma percobaan sederhana yang sering dilakukan oleh mahasiswa tingkat pertama di kampus kampus kalau sedang kuliah praktikum kimia dasar /analisis dan tidak ada hubungannya dengan  klaim yang disebut sebut oleh pedagang pedagang herba ituuuh.

Percobaan macam ini kalau di laboratorium biasanya dilakukan untuk penentuan bilangan iod yang berguna  untuk uji sederhana kandungan amilum/pati dalam beras kemudian pada uji lanjutannya biasa digunakan untuk mengukur kualitas minyak/lemak, dimana kanji/tepung bila bertemu dengan iod  akan berubah  berwarna menjadi biru (menandakan kandungan amilumnya tinggi). Kemudian dia akan pula mudah terlepas (berubah ke warna awal) jika ada reaksi oksidasi. Sebenarnya tanpa di tambah herba ini itu pun lama kelamaan juga akan berubah karena pelan pelan akan bereaksi dengan udara sekitar.     


Berkaitan dengan stem cell, terapi jenis ini adalah terapi yang menggunakanan metode dan peralatan yang sangat canggih. Hingga saat ini baru dua rumah sakit di indonesia yang menerapkan terapi stemcell yaitu RS Hasan sadikin Bandung dan RSCM Jakarta. Namun mengingat terapi nya yang rumit, maka angka keberhasilannyapun belum tinggi. Jadi..kawan kawan kalau ada produk herba yang mengklaim bisa menyembuhkan sehebat stemcell..apalagi herba tersebut tergolong baru..bukan pula dari jenis fitofarmaka..
mohon jangan dipercaya yaaa...bisa dibilang bohong besar karena terapi stemcell juga tidak ada hubungannya dengan herba... apalagi demonstrasinya pake teknik teknik seperti diatas biar terkesan hebat..
Cateut yaaaa... 

DEMONSTRASI HERBA SEPERTI YANG ADA DIGAMBAR 
TIDAK UNTUK MENENTUKAN BAHWA SUATU HERBA MEMILIKI SIFAT ANTIOKSIDAN TINGGI YANG OTOMATIS BERSIFAT ANTI KANKER....APALAGI KALAU HARUS DI HUBUNG HUBUNGKAN DENGAN TERAPI STEMCELL....