Selasa, 02 September 2014

FUCOIDAN SENYAWA ANTI KANKER PADA RUMPUT LAUT

By Dian Kusumanto

Rumput laut mengandung komponen unik yang kuat berupa fucoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut mirip air susu (breast milk), sehingga kerap disebut brown milk. Ini menjadi senjata rahasia sehat orang Tongans (penduduk Kerajaan Tonga yang terletak di Lautan Pasifik, berdekatan dengan Hawaii, Selandia Baru, Fiji, dan Samoa) selama berabad-abad.
Na-Alginat (atau Natrium Alginat / Alginat / Algin) merupakan zat yang terdapat pada rumput laut coklat (Phaeophyceae). Rumput laut coklat penghasil alginat (alginofit) biasanya tumbuh di perairan sub tropis terutama untuk jenis Macrocytis, Laminaria, Aschophyllum, Nerocytis, Ecklonia, Fucus dan Sargassum. Sedangkan rumput laut coklat yang tumbuh di perairan tropis seperti di Indonesia terutama jenis-jenis Sargassum, Turbinaria, Padina, Dyctyota dan yang paling banyak ditemukan adalah jenis Sargassum dan Turbinaria.

Di perairan Indonesia terdapat sekitar 28 spesies rumput laut coklat yang berasal dari enam genus diantaranya yaitu Dyctyota, Padine, Hormophysa, Sargassum, Turbinaria dan Hydroclathrus. Spesies rumput laut yang telah diidentifikasi yaitu Sargassum sp. sebanyak 14 spesies, Turbinaria sebanyak 4 spesies, Hormophysa baru teridentifikasi 1 spesies, Padina 4 spesies, Dyctyota 5 spesies dan Hydroclathrus 1 spesies. Jenis-jenis rumput laut tersebut tersebar pada beberapa daerah di Indonesia.

Asam alginat adalah suatu getah selaput (membran mucilage) yang disebut juga gummi alami, sedangkan alginat merupakan bentuk garam dari asam alginat. Gummi alami merupakan suatu polisakarida , dan secara umum polisakarida yang terdapat pada rumput laut disebut phycocolloid. Polisakarida terpenting pada rumput laut coklat adalah asam alginat dan turunannya seperti fucoidan, funoran dan laminaran yang merupakan komponen penyusun dinding sel seperti halnya selulosa dan pektin.

Fucoidan adalah polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan, fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam tumbuhan taut mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun. la juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi dan menghambat penggumpalan darah, sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung.

Dapat pula menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula (glukosa) darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya bakteri Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembaban dan kekencangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Beberapa tahun yang lalu, kelompok Dr. Frenette melaporkan bahwa senyawa fukoidan, kedua, yang disintesis oleh rumput laut tertentu, juga bisa memacu sel-sel batang ke dalam tindakan. Kelompok ini berspekulasi bahwa turunan rumput laut mungkin bekerja dengan meniru suatu senyawa yang serupa, yang disebut sulfatide, alami terdapat dalam jaringan mamalia.

Penelitian menunjukkan bahwa polisakarida dalam rumput laut bisa merusak sel-sel kanker. Itu sebabnya dahulu di Mesir rumput laut digunakan untuk terapi kanker payudara. Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktivitas antitumor secara konsisten.

Rumput laut tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan. Ini artinya rumput laut mampu membantu tubuh mencegah penyerapan zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.

Peranan senyawa Fukoidan untuk membasmi kanker juga terungkap dalam suatu Konverensi di Timur Tengah baru-baru ini. Konferensi Internasional Kemajuan Riset Kanker yang diadakan di sini 07-10 Maret, 2010 di Laut Mati. Hal diatas diungkapkan dari hasil penelitian tentang Limfoma oleh Mohammad Irhimeh, Ph.D., asisten profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania.

Limfoma merupakan kanker dari sistem kekebalan tubuh dan diklasifikasikan ke dalam Hodgkin dan jenis non-Hodgkin, yang kemudian diklasifikasikan lebih lanjut menjadi sel-B dan kelompok T-sel.

"Beberapa bentuk limfoma sel-B sangat resisten terhadap pengobatan standar dan dengan demikian terapi baru diperlukan," kata Mohammad Irhimeh, Ph.D., Asisten Profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania. "Dalam studi ini, kami melihat strategi pengobatan baru menggunakan senyawa aktif baru yang berasal dari sumber alami Rumput laut"
Rumput laut mengandung fucoidan, sebuah polisakarida tersulfatasi mirip dengan heparin dalam struktur kimia, telah dilaporkan memiliki aktivitas anti-tumor pada tikus dan beberapa baris sel.

Untuk studi saat ini, Irhimeh dan koleganya di University of California, Berkeley, dan Royal Hobart Hospital di garis limfoma sel Australia diperlakukan dengan ekstrak rumput laut yang tersedia secara komersial.

Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput laut selama menjalani terapi kemo. Nutrisi yang optimal dalam rumput laut membuatnya mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon. Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut, memperkuat kuku dan gigi.

Tidak ada komentar: